Narti termenung di depan layar ponselnya. Angka yang tertera di akun pinjaman online-nya sudah menyentuh 30 juta. Seketika, perutnya dililit rasa tegang. Dengan cara apa kini mereka akan membayar angka-angka itu? Narti…
Cerpen : Merebut Tanah oleh Supartika
Belum genap setengah hari setelah putusan itu. Putusan pengadilan yang menyatakan: tanah yang selama ini dikuasai adat, kini sah jadi milik Sudarma. Puluhan orang dengan beringas dan penuh amarah datang menyambangi rumah…
Cerpen : Tanah Leluhur oleh Beatrix Polen Aran
DARI dalam kamar tidurnya, Martina, perempuan tua renta berumur menjelang seratus tahun berteriak histeris setelah mendengar suara derit rem mobil yang berhenti di halaman rumah. Lalu, suara pintu tergesa-gesa dibuka oleh cucunya…
Cerpen : Lebih Baik Buatan Sendiri oleh Fitri Kurnia Sari
PAGI yang cerah di Desa Sidayu, Gombong, Jawa Tengah. Anak-anak kelas empat SD sedang praktik membuat kerajinan tangan, kipas dari anyaman bambu. Amira membuat desain kipas dahulu, seperti perintah Bu Wati. Tuti,…
Cerpen : Merebut Tanah oleh Supartika
BELUM genap setengah hari setelah putusan itu. Putusan pengadilan yang menyatakan: tanah yang selama ini dikuasai adat, kini sah jadi milik Sudarma. Puluhan orang dengan beringas dan penuh amarah datang menyambangi rumah…
Cerpen : Percakapan di Pemakaman oleh Sahari Nor Wakhid
DI tengah bayangan pohon kamboja yang menghitam oleh sinar bulan, dua orang penggali kubur, Tio dan Bagas, duduk di atas tanah lembap yang baru saja mereka gali. Ini bukan kali pertama mereka…
Cerpen : Membaca Budi oleh Dewanto Amin Sadono
PAGI-PAGI sekali, penjaga malam gedung Perpusda itu ditemukan tewas. Kondisinya mengenaskan. Ribuan buku menimbun jasadnya dari ujung kepala sampai pucuk kaki. Polisi menyebut kematiannya akibat kecelakaan kerja. Namun, seseorang yang sangat paham…
Cerpen : Nyaris oleh Gandi Sugandi
Pada satu postingan satu grup media sosial kampus, ada sepuluh foto, berisi sekumpulan perempuan sedang berada di satu taman hutan raya. Semuanya tampak kompak bersukaria. Dari semua foto, ada satu yang menarik…
Cerpen : Tembok-tembok Paling Kokoh di Dunia oleh
Ia lelaki Jerman yang berasal dari sisi timur kota Berlin pada masa lampau. Persisnya dari bagian yang banyak orang-orang terpasung, seragam, tanpa celah untuk bersuara lain kecuali menirukan suara kekuasaan. Kami berdua…
Cerpen : Perempuan Pemanggul Berhala oleh Ahmadun Yosi Herfanda
Enteng saja perempuan itu memanggul berhala seukuran tubuhnya. Berhari-hari ia memanggulnya sambil berjalan menyusur kompleks pertokoan, swalayan, namun kadang-kadang ia beristirahat di teras toko karena kelelahan. Ia bermaksud menjual berhala yang disebutnya…