Warga desa menilai Wiro orang baik, tidak pernah melanggar aturan, dan suka membantu orang yang kesusahan. Bahkan Wiro pernah berusaha membongkar aksi penipuan perihal tanah yang dilakukan Gondo, kepala desa ini. Namun,…
Cerpen : Dari Teluk Terima kepada Dewa-dewa oleh Tiqom Tarra
Langit berubah kelam dan bumi terguncang saat itu pula istrimu, Ni Layonsari, tahu bahwa sesuatu telah terjadi padamu. Perempuan yang baru tujuh hari kau persunting itu telah lama mendapat firasat buruk tentangmu….
Cerpen : Kabar dari Pulau Liberty oleh Fajar Djafri
KADANG sulit memahami mengapa kita melakukan hubungan jarak jauh. Tetapi ketika membaca pesanmu, seolah aku berada dekat dan merasakan kelucuan yang engkau hadirkan. Kamu menambahkan banyak kegembiraan dan menebarkan hal positif. By…
Cerpen : Parade Kematian oleh Ana Maulina
SATU hari setelah kepergiannya, dunia masih berjalan seperti biasa. Koran di pagi hari masih jadi sarapan terbaik dengan kopi di tangan kiri. Bahkan satu kursi absen di meja makan tidak jadi pengalih…
Cerpen : Di Antara Cericit Burung, Dedaunan Bersaksi oleh Dody Widianto
KETIKA Mad kemudian menarik lengan Din lebih keras untuk mengikuti langkahnya menyusur jalan menuju atas bukit, ia lihat nama di nisan terlalu banyak nama laki-laki. Entah itu nama anak-anak atau nama dewasa,…
Cerpen : Kado Ulang Tahun untuk Ibu Wulan oleh Iliana Loelianto
MINGGU depan, Ibu Wulan berulang tahun. Fani dan teman-teman kelasnya di kelas 5 SD Pertiwi, Makassar, Sulawesi Selatan, berencana memberikan kado ulang tahun. Mereka masih bingung menentukan kado yang akan mereka berikan…
Cerpen : Dari Teluk Terima kepada Dewa-dewa oleh Tiqom Tarra
LANGIT berubah kelam dan bumi terguncang. Saat itu pula istrimu, Ni Layonsari, tahu bahwa sesuatu telah terjadi padamu. Perempuan yang baru tujuh hari kau persunting itu telah lama mendapat firasat buruk tentangmu….
Cerpen : Magnolia oleh Nuzul Ilmiawan
Tak pernah dalam hidup relung hatiku berkata bahwa dialah orangnya, kecuali saat aku bertemu dengan Magnolia di perempatan jalan yang lengang pada pukul satu pagi. Malam yang gelap menjadi terang lewat matanya…
Cerpen : Annyeong Haseyo, Kim oleh Fakhrunnas Ma Jabar
Musim dingin baru saja turun di Seoul. Suhu dikabarkan minus delapan derajat celsius. Seoul benar-benar memutih. Tak ada hamparan atau bangunan yang tak diselimuti salju. Butir-butir salju itu terus saja berjatuhan. Tak…
Cerpen : Celakanya Pohon Warisan oleh Septri Ledian Lanis
KERINGAT menetes di dahinya, jantungnya berdegup semakin kencang. Sudah seperti kelelahan sehabis berolah raga saja ia, padahal perang batinlah yang sedang ia lakoni. Gentar hatinya, tapi ia tahan-tahan juga rasa itu. Haruslah…