ORANG bilang kita harus punya cita-cita, semustahil apa pun itu. Tanpa cita-cita kita akan kehilangan arah dan tujuan hidup. Kasmin sepakat. Sejak kecil Kasmin punya cita-cita. Namun, berbeda dengan teman-teman sebayanya yang…
Cerpen : Dua Kisah tentang Joko Pinurbo oleh Satmoko Budi Santoso
SALAH satu moda transportasi darat yang disukai pakar pembuat puisi alias penyair Joko Pinurbo adalah becak. Saya pernah menjumpai Joko Pinurbo naik becak sendirian di jalanan kota Yogyakarta puluhan tahun silam. “Wah…
Cerpen : Ngiung oleh Sumiati Al Yasmine
Telanjang matahari kulihat. Jejak kaki mana yang tertinggal di belakang jalan tikus. Semestinya tidak demikan bunyi itu bersembunyi. Ingin menemukannya yang tak ditemukan dalam harapan kosong. Bertanya juga kepada sunyi, mengapa bunyi…
Cerpen : Bising oleh May Wagiman
”Brak!!” Apartemenku bergetar. Aduuuh…! dalam hati menggerutu kesal. Berisik! sudah tahu apartemen ini usianya sudah uzur. Usia 30 tahun untuk ukuran gedung apartemen, kalau di usia manusia mungkin sudah harus pakai tongkat…
Cerpen : Ronda oleh Ratna Ayu Budhiarti
Jika kalian tinggal di sebuah kompleks modern yang menyediakan gerbang satu pintu dengan CCTV di area kompleksnya, mungkin kalian tidak mengenal ronda. Kalian tinggal membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) setiap bulan dan…
Cerpen : Mengenang Kematian oleh Suparmanto Yahmin
APA yang kita pahami dan imani tentang kematian? Jika merujuk pada pemahaman agama, kematian merupakan sebuah keniscayaan bagi seluruh makhluk. Namun kematian pada pemahaman tertentu merupakan proses arwah untuk melanjutkan “perjalanan” dari…
Cerpen : Diego Paredes, Suatu Pagi oleh Wendoko
LELAKI tua itu, Diego Paredes, berdiri di depan lapak cukur di dekat pasar. “Selamat pagi, Lito!” Si tukang cukur, Juan Acuna—laki-laki berkulit cokelat dan berumur awal 40-an—tersenyum. Wajahnya semringah begitu melihat lelaki…
Cerpen : Ramalan Eyang Mardi Jaumiraharjo oleh Agik N Efendi
TAK hanya segelintir orang saja yang tau ucapan Eyang Jaumiharjo. Hampir semua orang tua seluruh desa mengetahui cerita itu. Mereka percaya. Mereka menunggu datangnya ketika tempat tinggal mereka akan berubah menjadi sebuah…
Cerpen : Keluarga-Keluarga Kampang oleh Rizqi Turama
Oleh: RIZQI TURAMA — Setengah jam setelah jenazah ayah ditanam, kusaksikan mereka telah pecah membahas tanah, rumah, serta hak-hak mereka berdasar silsilah. Awalnya aku terkejut, tetapi kemudian muncul kesadaran bahwa memang itulah…
Cerpen : Aroma Kopi oleh Dody Wardy Manalu
DI bawah pohon jambu air, kamu duduk sembari menyesap secangkir kopi. Di meja tergeletak beberapa bungkus roti selai kacang. Kamu ambil satu bungkus, membukanya lalu mencelupkan ke dalam cangkir kopi. Kamu sangat…