HARI itu Minggu. Hari saat Marry merayakan ulang tahunnya. Layaknya Putri Salju, gadis kecil itu terlihat begitu cantik saat mengenakan gaun putih. Ia tersenyum malu seusai meniup lima lilin di kue ulang…
Cerpen : Angin Muher
Du’a Limek tengah menjerang air ketika angin muher yang kejam mengetuk ubun-ubun rumahnya. Rumah setengah bata merah berdinding kayu itu terguncang bagai ayunan. Tetapi, Du’a Limek terus menatapi tungku api. Butiran keringat…
Cerpen : Jalan Buntu oleh Raudhatul Tassya Khairunisa
Aku berdiri membeku dari daun pintu. Menatap lekat pada tubuh kaku yang ditutupi kain panjang berwarna coklat itu. Suasana di rumahku di detik itu tidak lagi hangat. Suara jeritan ibu yang terus…
Cerpen : Dua Hari oleh Bagus Sulistio
Kata orang, hanya ada dua jenis hari saja di dunia ini: hari baik dan hari buruk. Aku tidak tahu jenis apa yang akan datang pada hari ini. Jika sudah tahu dari awal…
Cerpen : Tentang Payung oleh Widya Amanda
“HUJANNYA deras, anginnya kencang, bakal tetap kebasahan kalau pulang sekarang.” Sudah satu jam sejak nenek berkata demikian dan aku masih tetap duduk di atas kursi kayu di teras memandangi hujan yang tak…
Cerpen : Dua Orang Tamu oleh S Prasetyo Utomo
DI Dalam warung kopi Salindri terdengar percakapan dua lelaki setengah baya. Kiai Muhaya dan Suro Kolong menjadi pengunjung paling pagi. Mereka berjanji bertemu di warung kopi Salindri sebelum melakukan perjalanan ke pedepokan…
Cerpen : Ratu Kalinyamat oleh Kartika Catur Pelita
SIANG kerontang ketika tandu yang membawa Sultan Hadlirin hinggap di bibir Sungai Muria. “Kita seberangi sungai ini, prajurit. Angkat tandu tinggi-tinggi. Jangan sampai air mengenai sang raja!” Berada di tengah, tiba-tiba air…
Cerpen : Patahnya Nostalgia di Tahun Ini oleh Musafir Kelana
KEPERGIAN Ibu menyisakan perasaan bersalah kepadaku. Tempo hari sebelum peristiwa nahas itu, ia menyesali diri ini tak bisa lagi mudik seperti dulu. Begitu beratkah kehidupan setelah menikah. Bagaimana pula jika sudah mempunyai…
Cerpen : Ngaben Sederhana oleh I Made Sugianto
Di antara kecamuk perasaan kehilangan, sebagai kepala keluarga aku harus cepat mengambil keputusan apakah mayat ayah akan dikubur atau dibakar. Apa pun keputusanku, kami sekeluarga tetap harus minta bantuan tetangga dan warga…
Cerpen : Makelar Bandit Tolchopo oleh Beri Hanna
Saya baru saja selesai mandi ketika Jorge datang. Badan dan rambut saya masih basah. ”Tuan, ini mendesak,” katanya setelah mendobrak pintu rumah yang sebetulnya tidak saya kunci. ”Ya. Kabar apa yang kaupunya,…