Setelah dua puluh tahun menjadi manusia robot, tubuhnya berubah menjadi serpihan debu pada suatu siang menjelang sore. Kasur di dalam kamar kosnya penuh dengan debu tubuhnya. Ia ingin sekali bangkit dari tidurnya…
Cerpen : Cendana oleh Argianto Wasthu Aulya
Angin bawa pergi air mataku ini Coba kutahan namun tak berhenti Mengalir tuk kau yang takkan mengerti. Minggu, 24 November 2026 Lagu dari pendengung suara Amir menggelegar benar di telinganya. Bukan pula…
Cerpen : Merak yang Memamerkan Bulu Merak Lain oleh Joss Wibisono
BERLAMA-LAMA menanti jawaban kali ini tak perlu kulakukan. Belum sampai seperempat jam, telepon genggamku sudah bergetar, jawaban tiba. “Menarik sekali tawaranmu. Minggu ini bisa masuk?” Begitu terbaca pada layar ponsel baruku. Masih…
Cerpen : Cakrawala Jingga di Nugini oleh Ichwan Arifin
SEMBURAT matahari menelusup awan berarak di langit. Saat senja, hanya cahaya matahari dengan panjang gelombang merah dan oranye, mampu menembus atmosfer. Membuat cakrawala seolah dilukis warna jingga. Menakjubkan! Zahra menikmati suasana sembari…
Cerpen : Bengkong Penghabisan oleh Zaenal Radar T
Wak Jeple satu-satunya bengkong atawa tukang sunat tradisional di kampung kami. Tidak ada anak atau cucu yang bisa melanjutkan kariernya sebagai bengkong. Usia Wak Jeple sekarang sekitar delapan puluh tahun. Menurut cerita ayah, Wak…
Cerpen : Beruang Biru oleh Sasti Gotama
Gerbang Sekolah Al-Shati, 21 Maret 2008 Sebelum menyadari apa yang terjadi, tubuh mungil Rania melambung ke udara, lantas terempas ke tanah. Barusan terjadi ledakan, sangat keras, bahkan hingga kini telinganya masih berdenging….
Cerpen : Bulan yang Jatuh di Atap Rumbia oleh A Warits Rovi
HARGA beras yang terus naik membuat tenggorokan Salma bagai hamparan gurun dalam panggang terik kemarau; kering kerontang dan berdebu. Beruntung rumahnya yang reot dekat dengan sumur. Setidaknya ia bisa minum air sebagai…
Cerpen : Semesta Tubuh Putu Sarma! oleh Kudanarapadya
Putu Sarma* Kepak sayapnya tak henti terbang mengangkasa dalam metamorfosis dirinya sebagai tubuh yang lain, tubuh seekor kuda jantan yang berjingkrak di langit biru, biru dan biru. Mengejar para bidadari yang menari…
Cerpen : Harimau Liar di Hari ”Meugang” oleh Tin Miswary
Andah duduk termenung di ambang pintu, di gubuk reyot peninggalan orangtuanya. Syukur di kampung itu tak pernah terjadi badai, hanya kesiur angin sepoi-sepoi dari hamparan sawah yang terbentang luas di belakang gubuk….
Cerpen : Peri Shinta oleh Romy Sastra
PAK Amin memanggil angin di bawah pohon beringin, ia meniup seruling di sela-sela bibir bernada lirih sambil bersenandung: “Oh, ambai-ambai berjalan gontai, menggali sarang di tanah berpasir, kalau kehendak janjian sudah sampai,…