HARI ini pagi yang indah. Kuparkir mobil di depan bangunan tua luas dalam bumi perkemahan. Sudah jauh-jauh hari aku merencanakan kegiatan berkemah. Sendirian tentu saja. Pacarku tidak bisa menemani, sibuk. Yah, aku…
Cerpen : Pejabat Terbaik oleh Indah Noviariesta
“BERI nama buat anak saya, Asma Sihombing,” kata saya seusai persalinan di rumah sakit. “Tapi, apakah suami Ibu dari suku Batak … maksud saya, apakah Ibu sendiri dari Medan?” tanya salah seorang…
Cerpen : Mudik ke Kuburan oleh Agus Noor
Di ruang tunggu Rumah Sakit kami sama duduk, sesekali berseling batuk, memandangi orang-orang yang terkantuk: bosan antre menunggu giliran masuk ruang pemeriksaan. Rasanya, kami juga sama melihat Maut yang sembunyi di sudut…
Cerpen : Lelaki Bercelana Joger oleh Hasbunallah Haris
Oleh: HASBUNALLAH HARIS — Nu’ai baru saja melepas capit cas aki setrum ikannya saat lelaki bercelana joger itu datang. Dia menawarkan pekerjaan; membersihkan bak PDAM di Bangko, tak berapa jauh dari rumah…
Cerpen : Pertengkaran Terakhir oleh Edi Warsidi
Darius mengeluh dalam hati. Anjani meributkan hal itu lagi. Setelah meributkan keberangkatan besok! “DULU kau bilang kita hidup berdua saja!” “Iya, hidup berdua. Bukan berarti kita tidak bergaul, Anjani!” “Sama saja itu…….
Cerpen : Ludah Bertuah oleh Dewanto Amin Sadono
Namanya Oyong. Namun, lebih banyak yang memanggilnya ”Kong”. Bukan karena matanya yang sipit, melainkan karena tubuhnya yang segede gorila bengkak. Oyong pernah dua kali tidak naik kelas dan hanya bersekolah sampai kelas…
Cerpen : Anak yang Ditelan Telaga oleh Tsalaisye
Seluruh orang di Kampung Dukuh Atas sibuk pada Rebo Wekasan. Begitu pula Yu Ning, janda paruh baya yang tinggal sendiri. ”Yu Ning!” Suara teriakan perempuan terdengar dari luar rumah. Yu Ning yang sedang…
Cerpen : Tembang Jiwa oleh Bella Sapitri
ANAK perempuan itu terbaring di dalam peti. Mengenakan gaun hitam polos panjang tanpa lengan dengan sepasang anting mutiara dan sepatu berpotongan sederhana. Dia tampak menawan saat memakai warna hitam, sungguh aku jatuh…
Cerpen : Bila Lelah oleh Sasti Gotama
Tatkala jaksa bertanya kepadanya, apakah ia menyesal, San, di balik bilik pesakitan, memejamkan mata sejenak, membuka kelopak, lantas tersenyum suam yang bisa melelehkan mentega mana pun yang terlalu lama disimpan di kulkas….
Cerpen : Sumur Penyelamat oleh Jemmy Piran
DUA hari berikutnya, setelah kaki Yosef sembuh, mereka berjalan melalui jalur timur Sungai Nil menuju Farma, sebagaimana yang diarahkan oleh Hanif dan Heba. Tiga hari berikutnya, mereka tiba di sana. Sebuah kota…