PERCAKAPAN di ruang tamu terdengar kian lantang. Suasana yang semula adem ayem saat Ina Peni—perempuan berwajah bopeng itu menyodorkan beberapa gelas teh hangat ke hadapan anak-anaknya sambil melebar senyum. Tito anak laki-laki…
Cerpen : Genderuwo oleh Kiki Sulistyo
Sambil menarik bahuku agar lebih mendekat, Elyas berbisik: ”Coba perhatikan.” Maka aku memperhatikan apa yang ditunjuknya. Sebuah rumah. Dua lantai. Dengan gerbang setinggi hampir dua meter. NAMUN, aku tidak melihat apa-apa, kecuali…
Cerpen : Tamansari dan Lelaki di Pokok Ketapang oleh Mufti Wibowo
Kami datang terlambat saat beberapa petugas sibuk menata kendaraan yang diparkir sembrono oleh pemiliknya. Tempat parkir yang menyenangkan, teduh oleh rimbun pepohonan yang di pokok-pokoknya dikelilingi semen setinggi setengah meter yang diperlebar…
Cerpen : Pelagak oleh Muhammaf Ramadhan Batubara
Siapa dia yang pulang ke kampung meski baru lima tahun merantau, ketika orang-orang baru selesai menimba ilmu atau merintis karier tak seberapa di kota, sudah gilakah dia? Lagam namanya. Orang-orang menyebutnya Langgam….
Cerpen : Marsinah Memakai Wajah Suti oleh Depri Ajopan
“BUKANKAH ia sudah lama mati? Kenapa tiba-tiba ada tulisannya yang baru terbit?” Mereka yang duduk bertiga sudah membaca cerpen hari itu, ditulis oleh Suti yang sudah mereka bunuh sepuluh tahun lalu. Ia…
Cerpen : Bagaimana Sebuah Kampung Menuju Kematiannya oleh Sandi Firly
Tak ada lagi deretan batang kayu gelondongan memenuhi tepian sungai di seberang sana, yang dulu mendatangkan ratusan pekerja dari Jawa, juga pelacur, ke kampungku. Seperti pernah kuingat, sungai itu tetap sama. Airnya…
Cerpen : Jambu Biji untuk Anakku oleh Fildza Malahati
RIUHNYA bunyi dedaunan disebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling becermin pada bola mata masing-masing. Lima puluh tahun yang lalu di…
Cerpen : Pulang tanpa Kampung Halaman oleh Artie Ahmad
Beberapa hari belakangan kau terlihat begitu gelisah, tetapi memang itulah yang kaualami beberapa tahun belakangan ini ketika Ramadan datang. Ada kebahagiaan di wajahmu, namun juga ada kegelisahan bahkan kesedihan di matamu. Ramadan,…
Cerpen : Mawar Itu Merah, Es Itu Dingin oleh Iin Farliani
Kesunyian menyelimuti toko buku yang akan tutup. Tak ada lagi yang perlu dibereskan selain cepat-cepat berkemas. Sebelum benar-benar menutup pintu, seorang lelaki bernama Ash berpikir apakah ia perlu menurunkan foto berbingkai cokelat…
Cerpen : Suara Tangis di Malam Lebaran oleh Alexander Robert Nainggolan
Bulan, aku mau lebaran. Aku ingin baju baru,tapi tak punya uang. Ibuku entah di mana sekarang,sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan.Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?Bulan terharu: kok masih ada yang membutuhkanbajunya yang…