SEORANG perempuan Eropa telah ditinggalkan pada sebuah pulau kecil di lepas pantai kita. Istri Tuan Kempen tak dibawa kapal-kapal Inggris ketika pulau ini mereka tinggalkan untuk bertolak kembali menuju Bengkulen. Sepuluh orang…
Cerpen : Handuk Kumal Kang Gudhal oleh Ribut Achwandi
SEIRIS siang, setelah menghadiri rapat dengan para juragan pabrik, Kang Gudhal teringat satu hal. Ia mesti menemui juragan besar. Itu dilakukan setelah tiga bulan tak mendapatkan handuk jatah bulanan. Ia tak tahu,…
Cerpen : Pohon-Pohon Ibu oleh Teguh Affandi
JIKALAU Ibu mengajariku untuk berkasih sayang sesama manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan; Bapak sebaliknya: kebencian. Napasnya adalah jerit knalpot truk, lengket kepul timbal, amarah kerap pekat di atas kepala. Gerombolan awan jamur mirip…
Cerpen : Namamu Rahwana oleh Artie Ahmad
Nama adalah doa, namun kau dikutuk ibumu lewat namamu. Setidaknya itu menurutmu. Rahwana, satu kata mewakili segala bentuk keburukan di atas dunia. Aku bahkan nyaris tertawa saat mendengar namamu untuk kali pertama….
Cerpen : Kebaya Merah di Tebing Kanal oleh Martin Aleida
Berulang kali. Tak terhitung. ”Mas..,” bujuknya. Suaranya gemetar terpantul dari jendela kaca. Aku merapat ke punggungnya. Mengikuti arah nanap matanya. Membelai pundaknya, mendamaikan gedebur gelombang perasaan yang tak kuasa dia arungi. ”Lihat…
Cerpen : Hantu di Rumahku oleh Katarina Retno Triwidayati
AKU curiga ada hantu di rumahku. Mula-mula benda remeh, tapi kadang yang penting juga hilang mendadak. Mulanya minyak kayu putih hilang. Ini benda remeh yang dibutuhkan saat udara mendadak dingin atau perut…
Cerpen : 1998-2023 oleh A.M. Lilik Agung
1998 Keluar dari ballroom hotel bintang empat, tanganku melingkar ke pinggang Dinda. Ini malam keenam aku berhasil mengajak Dinda keluar dari kosnya. Malam ini kami menikmati musik jazz yang rutin sebulan sekali dihelat di…
Cerpen : Makhluk Tanpa Kepala oleh Iis Suwartini
TANGIS Nunik pecah, orang-orang mulai berdatangan. Ia tak lagi mampu menahan kepedihannya. Anaknya raib begitu saja. Tak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan buah hatinya. Sementara Tarjo sibuk menyiapkan kembang tujuh rupa,…
Cerpen : Dokter yang Menyangkal Palung Gantung oleh Musa Hasyim
KUBURAN Sri masih basah. Air mata keluarga besarnya belum kering, sama belum keringnya dengan desas-desus bahwa Sri mati bukan karena bunuh diri, melainkan karena Palung Gantung. Aku jelas menolak kabar itu. Sebagai…
Cerpen : Sebuah Cerita Pendek di Meja Kafe oleh Alexander Robert Nainggolan
Untuk Sandi Firly Apa yang bisa kau tebak dari waktu? Waktu yang kerap kali melingkar. Berputar dan kembali lagi pada titik semula. Ia mendapati dirinya sendiri di meja kafe, membaca sebuah cerita…