Setelah kau renungkan, kau membenarkan yang dikatakan oleh Pranaraja, abdi kesayanganmu itu. Kau memang harus melenyapkan keturunan Anusapati. Sesegera mungkin. Jika perlu sampai ke akar-akarnya. Sudah pasti, jika kau membiarkannya, kau hanya…
Tag: Risen Dhawuh Abdullah
Cerpen : Tohjaya oleh Risen Dhawuh Abdullah
SETELAH kau renungkan, kau membenarkan yang dikatakan oleh Pranaraja, abdi kesayanganmu itu. Kau memang harus melenyapkan keturunan Anusapati. Sesegera mungkin. Jika perlu sampai ke akar-akarnya. Sudah pasti, jika kau membiarkannya, kau hanya…
Cerpen : Biografi Kesetiaan oleh Risen Dhawuh Abdullah
PAGI itu, ketika segala aktivitas baru akan dimulai, Gondek yang sudah bangun dari tidur dan sedang berdiri di depan rumah, dikagetkan dengan kemunculan dua orang berpakaian hitam mengenakan penutup wajah secara tibatiba….
Cerpen : Ra Tanca oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kamu bisa mengerti mengapa istrimu begitu menggebu-gebu menyuruhmu. Kamu membenarkan juga pendapatnya bahwa itu merupakan bagian dari perjuangan mulia, meneruskan apa yang dicita-citakan rekan-rekanmu dulu sesama Dharmaputra; mengusir kegelapan yang menguasai istana…
Cerpen : Takeran oleh Risen Dhawuh Abdullah
KAMU mengerti bahwa saat ini suasana dalam keadaan genting. Waktu telah menciptakan jurang-jurang kematian, di mana sewaktu-waktu orang bisa terjerumus ke dalamnya. Suara tangisan semakin sering terdengar, bersahut-sahutan. Genangan air mata ada…
Cerpen : Ramalan oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kematian Mat Sumbing memang sudah diramalkan sebelumnya oleh Ali Sudiyono. Lelaki berusia tiga puluh lima tahun itu meramalkan, jika kematian Mat Sumbing terjadi akibat terseret arus sungai yang deras di musim hujan,…
Cerpen : Impian Tunggul Ametung Lenyap oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kamu begitu bahagia atas apa yang kamu dapatkan. Kenikmatan yang Dewata berikan, sungguh tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kamu pernah bertanya-tanya dalam hati seakan menyalahkan Dewata meski pada akhirnya kamu melontarkan ucap…
Cerpen : Tiga Fragmen Kucing oleh Risen Dhawuh Abdullah
1/ Dengan sekuat tenaga, kedua tanganku memegang empat kaki kucing yang ada di hadapanku, hingga ia tergeletak di ubin. Satu tangan menguasai dua kaki. Kucing itu berupaya melepaskan diri dari cengkeramanku, sembari…
Cerpen : Pertalian Ken Arok dan Purwwa oleh Risen Dhawuh Abdullah
1/ Usai bercerita, mungkin kamu melihat wajahku merah. Ada sesuatu yang memukul-mukul di balik dadaku, menimbulkan rasa sakit yang tidak dapat kujelaskan. Bayangan-bayangan pahit itu terus meneror dalam kepala, menimbulkan rasa malu…
Cerpen : Bekasi, Pada Suatu Hari yang Berdarah oleh Risen Dhawuh Abdullah
Setiap ingatan itu datang, aku selalu kembali berada di bawah bayang-bayang penyesalan. Ingatan itu seperti menuntut sebuah pertanggungjawaban terhadapku. Air mata ini tidak jarang tumpah. Setiap aku mengusapnya, aku selalu dipaksa membayangkan…