Ningsih terbangun. Keringat membasahi kening dan lehernya. Napasnya turun-naik dengan cepat. Ningsih menajamkan telinganya, mendengarkan malam. Suara dengung, suara sunyi, begitu jelas. Matanya melirik jam di dinding sampingnya. Oh, ternyata sudah pukul…
Tag: Yus R. Ismail
Cerpen : Dongeng Enceng
TERKEJUT. Seperti mendengar harimau mengaum di tengah kota. Saat menunggu kereta KRD di Stasiun Bandung, Enceng berbisik: “Sepertinya, jadi menjambret.” Tangan bergetar di dalam saku jaket. Beberapa lembar uang yang jumlahnya hanya…
Cerpen : Petani Tua, Ulat Bulu, dan Pencuri Dermawan oleh Yus R. Ismail
Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit…
Cerpen : Kecebur Got oleh Yus R Ismail
Tidak heran sebenarnya waktu Kasut terpilih jadi ketua RT. Mau jadi bupati pun sebenarnya dia bisa saja. Tanahnya luas, perusahaannya banyak. Itu sebenarnya modal utama saat ini. Betul kan seperti itu? Jangankan…
Cerpen : Jampe Pamake oleh Yus R. Ismail
Motor yang melaju pelan itu meninggalkan kepulan debu di sepanjang jalan desa. Di depan sebuah warung kecil motor itu berhenti. ”Esih…! Jadi nanti siang…?!” teriak pengemudinya. Esih yang sedang berada di dapur…
Cerpen : Delman oleh Yus R Ismail
Gerimis. Adzan Isya lima menit yang lalu. Sepi. Suara jengkrik, cihcir, gaang, caricangkas, dan binatang malam lainnya. Semakin sepi. Tidak ada suara-suara manusia. Saya duduk di kursi balkon loteng. Lampu-lampu kecil berkelap-kelip…