Dengan semangat pemuda itu pamit kepada ibunya. Siap-siap mau pergi ke Kopeda menemui Juwita pujaan hatinya. Kemudian Hendra sudah ada di dalam bis mini Sampagul, meninggalkan Kopela menuju Medan. Kotanya berjarak 119…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Nyanyian Maritim Nusantara oleh Elizabeth Gabriela
Hari Selasa, malam datang lebih cepat. Bulan separuh bulat menggantung tinggi dengan taburan debu-debu bintang mengelilinginya. Awan tipis diarak angin layaknya sebuah karnaval, menghasilkan bayangan besar-besar di bawah pepohonan. Gendis menatap suaminya…
Cerpen : Kutukan Kartu Lebaran oleh Karisma Fahmi Y
Murni tak pernah menyangka ia akan membaca kembali kartu Lebaran di malam Lebaran seperti ini. Ia seperti dihujani doa. Bibirnya terkatup menahan senyum yang tak dapat menahan isi perasaannya. Dibukanya satu per…
Cerpen : Tentang Dapur oleh Farra Yanuar
Kau tak akan pernah tahu, bagaimana dapur bisa mempengaruhi kehidupanmu. Begitu kata bapak, sambil menatapku dalam, dan sungging di ujung bibirnya. Ketika aku bertanya mengapa bapak begitu mencintai dapur. Waktu itu, aku…
Cerpen : Ikan Tua dan Laut oleh Nuraisah Maulida Adnani
Untuk Ernest Hemingway Ketika Ikan Besar ditarik ke atas, terlihat bias sinar matahari di permukaan laut, senar bening tebal mengangkatnya, dan bayangan seorang lelaki tua sendu seperti akan mati. Pandangannya beralih pada…
Cerpen : Ikan-ikan Buta Rumphius oleh Raudal Tanjung Banua
TAK sekali pun ia menoleh ke belakang. Ia ingin segera berdayung, seakan melarung beban hidup yang tersandang. Tapi saat mendorong perahu, ia dengar napas memburu. Memaksanya menoleh. Ternyata si sulung, dalam seragam…
Cerpen : Rumah Trembesi oleh Agus Dermawan T
Sepasang orangtua itu, Brata dan Lenna, keluar dari mulut hutan. Mereka lantas berjalan pelan menuju rumahnya yang nun jauh di sebelah utara. Dua kantong plastik berisi buah berbentuk polong dengan hati-hati dijinjing….
Cerpen : Pagebluk oleh Mashdar Zainal
Ibu menerakan hujan pada Jumat petang itu sebagai sebuah firasat. Setelah hampir sebulan hujan tidak turun, sore itu alam seperti menumpahkan dendam. Jumat yang hening. Seakan tidak ada pergerakan apapun di muka…
Cerpen : Toko Kelontong Koh San oleh Gabriella Kusuma
Toko itu adalah satu-satunya toko kelontong yang dimiliki oleh keluarga Tionghoa di antara deretan toko keluarga etnis lain. Orang-orang memanggil paman pemilik toko sebagai Koh San, tak peduli apakah mereka seumur anak…
Cerpen : Turun Tanah oleh Moh. Tsabit Husain
Kau diarak ke rumah Pak Kalebun dengan wajah lebam. Warga mencacimu dengan sumpah searapah. Beberapa saat kemudian, ibu dan paman datang. Melihatmu dengan kondisi tak berdaya di hadapan massa, kau seperti mengurap tahi ke…