Malam mengundang sepi, merambat naik dan makin tua usianya. Ki Juru Martani belum beranjak dari tempat duduknya setelah berjam-jam lamanya bersemadi. Sambil mendongak ditatapnya gemintang yang kelap-kelip diminyaki bulan purnama. Berharap Penguasa…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Elliza Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya oleh Zaenal Radar T
“Sah…?” “SAAAAH!!!” Pertanyaan Pak Penghulu itu dijawab dengan sigap dan serempak oleh para saksi. Lalu saksi dan hadirin mengucap syukur. Setelah itu penghulu kampung membaca doa. Semua yang hadir mendengarkan dengan khusuk…
Cerpen : Dugaan Terakhir oleh Wawan Kurniawan
Di lokasi kejadian, tergeletak di lantai sisa tali sepanjang satu meter yang digunakan W untuk menggantung dirinya beberapa waktu lalu. W mengembuskan napas terakhirnya, tepat seminggu sebelum tunggakan utang di sebuah bank…
Cerpen : Kardus Kosong oleh Ricardo Marbun
Tary berdiri menempel pintu, sedang Jojo beberapa langkah di depan. Jojo berdiri hampir mencapai tanah halaman rumah. Jojo semringah menyaksikan Dody sahabatnya akhirnya mudik ke rumah neneknya di Semarang. Mereka berangkat dengan…
Cerpen : Pohon-pohon Jalan Protokol oleh Kiki Sulistyo
Pemerintah kota mengeluarkan aturan: pohon-pohon di sepanjang jalan protokol harus ditebang. Pertama, karena musim hujan sudah datang. Kedua, karena pohon-pohon itu sudah berusia tua; rapuh dan mudah tumbang. Musim hujan dalam beberapa…
Cerpen : 9 Tahun Menunggu… Setelah 69 Tahun Menunggu Godot oleh Jimmy Anggara
Agus Tromol adalah lulusan sekolah teater dan bercita-cita ingin menjadi aktor terkenal Indonesia. Namun, dalam 10 tahun kariernya sebagai aktor, Agus Tromol selalu berperan sebagai pemain figuran. Dia pernah bermain dalam film…
Cerpen : Menjadi Burung Pingai dalam Lima Babak oleh Eka Arief Setyawan
”Bagaimana keputusan kalian semua? Apakah kita langsung menghukum manusia yang menyebabkan banyak kerusakan di kota ini? Jika saya menjadi kalian, tentu tak akan kupikir-pikir panjang untuk memberi balasan setimpal padanya,” pekik salah…
Cerpen : Truk Bapak oleh Adi Zamzam
Entah sudah berapa kali warna bak belakang truk itu berubah warna sesuai kalimat yang terpampang padanya. Kata-kata lucu itu tak lahir dari keisengan belaka. Selalu ada kejadian besar—menghebohkan, atau minimal unik, yang…
Cerpen : Kuda Panandang Kajar oleh Ketut Sugiartha
Dalem Tarukan resah mendengar berita tentang situasi keraton. Semakin banyak saja patih yang kecewa karena sulit menghadap guna melaporkan dan memusyawarahkan hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas mereka. Mereka jadi menyia-nyiakan banyak waktu…
Cerpen : Mama Eta oleh Silvester Petara Hurit
Mengapa kesulitan terus datang sedang hidup sudah susah? Mama Eta menyalakan lilin, berlutut di depan foto Tuan Ma dengan Rosario kayu cendana di tangan. Ia berdoa dengan lutut gemetar dan air mata yang terus…