Berulang kali. Tak terhitung. ”Mas..,” bujuknya. Suaranya gemetar terpantul dari jendela kaca. Aku merapat ke punggungnya. Mengikuti arah nanap matanya. Membelai pundaknya, mendamaikan gedebur gelombang perasaan yang tak kuasa dia arungi. ”Lihat…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : 1998-2023 oleh A.M. Lilik Agung
1998 Keluar dari ballroom hotel bintang empat, tanganku melingkar ke pinggang Dinda. Ini malam keenam aku berhasil mengajak Dinda keluar dari kosnya. Malam ini kami menikmati musik jazz yang rutin sebulan sekali dihelat di…
Cerpen : Sebuah Cerita Pendek di Meja Kafe oleh Alexander Robert Nainggolan
Untuk Sandi Firly Apa yang bisa kau tebak dari waktu? Waktu yang kerap kali melingkar. Berputar dan kembali lagi pada titik semula. Ia mendapati dirinya sendiri di meja kafe, membaca sebuah cerita…
Cerpen : Mira Ingin Jadi Batu oleh Mashdar Zainal
Malam, sehari sebelum pembagian rapor kenaikan kelas, Mira menatap cermin dalam kamarnya, dia mendengar suara-suara dari dalam dirinya. Ya Tuhan, mengapa anak ini bodoh sekali. Mengapa dia tidak bisa memahami angka-angka, penjumlahan,…
Cerpen : Elmo Menolak Bermandikan Air Coklat oleh Lia Laeli Muniroh
Barangkali ada hujan lebat semalam di gunung. Atau ada sawah terbelah dan terbawa oleh air sungai. Padahal, air sungai itu menjadi kebutuhan semua penduduk hampir satu desa. Jika saja benar ada hujan…
Cerpen : Sepasang Kenangan oleh Luhur Satya Pambudi
Hanya dalam hitungan hari, tanpa sebelumnya aku mengerti dan tanpa rencana pribadi, aku dibawa oleh orang-orang yang berbeda melewati sejumlah area yang sangat jarang kususuri, namun akhirnya malah membuka kembali album kenanganku…
Cerpen : Reinkarnasi Babi oleh Faruqi Umar
Hujan belum reda seutuhnya ketika lelaki tambun berkumis tipis itu datang mengetuk pintu rumahku. Aku segera menemuinya ke depan, menyalaminya, lalu mempersilakannya duduk. Tatapan matanya terasa dingin, lebih dingin dari genggaman tangannya….
Cerpen : Bleki oleh A. A Hafidz
Kira-kira bulan Januari si Bleki hilang. Mungkin seperti masalah kucing lain. Si Bleki yang baru berumur setahun itu sudah baligh. Sudah saatnya musim kawin. Cara mengeongnya mengeluarkan suara lebih keras dan berat….
Cerpen : Menabur Cinta Ibu di Atas Tulang Bapak oleh Maulidia
Aku telah mengeluarkan abu pembakaran Ibuku dari dalam kendi yang baru ia tinggali semalam. Kupindahkan ke dalam sebuah botol plastik dan kumasukkan ke dalam tas ranselku. Kendi itu lalu kuisi dengan tanah…
Cerpen : Namaku Demensia oleh Fanny J. Poyk
Wajah mudanya sudah lama terpulas waktu. Ia memandang cermin, mencoba mengulik perjalanan dari raut kesegaran dan elastisitas kulit yang pernah menutupi tulang tengkorak wajahnya. Ada kenangan yang dulu pernah ia miliki kembali…