Saki pulang nyekar. Seharian dia habiskan waktu di makam Jejawu. Dia banyak merenung perihal sahabatnya itu, yang semasa hidup memang sering bersamanya. Bahkan setiap kali Saki melukis, Jejawu hampir selalu menemani. Namun…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Surat untuk Emak oleh E Rokajat Asura
Yth Emak Mak, apa kabar? Semoga emak sehat. Alhamdulillah sekarang saya sama istri juga sehat. Ya, disehat-sehatkan saja, Mak. Banyak mengeluh juga percuma. Setiap hari dipaksa banting tulang, pulang kerja badan serasa…
Cerpen : Layang-layang Manusia oleh Suwito Adi Prasetyo
Ini pertama kalinya aku melanggar peraturan yang dibuat ibuku. Aku melanggarnya sepulang sekolah, ketika ibu tidur pulas di kamarnya. Kata ibuku, di hari pertama peraturan itu ditegakkan—sebulan setengah yang lalu, bila aku…
Cerpen : Soto Mi Tanpa Mi oleh Sena Widya
Sore sudah hampir hilang. Seorang pelayan mendatangiku. Dengan cepat langsung kujawab: dua mangkuk soto mi tanpa mi dan segelas es jeruk. Mungkin dia heran dengan konsep soto mi tanpa mi atau dengan…
Cerpen : Mati Suri oleh I Wayan Kertayasa
Aku tidak pernah membayangkan akan tertidur selama 365 hari. Bulan Januari sampai Desember aku lewati tanpa bicara dengan Puan kekasih hatiku. Atau mungkin selama itu juga dia mencariku di taman seberang Jalan…
Cerpen : Ingatan Buruk tentang Toko Kelontong oleh Daviatul Umam
Berita perampokan toko kelontong di Depok menggemparkan kampungku. Video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi tiga perampok menyebar luas dari ponsel ke ponsel. Tampak di video berdurasi 48 detik itu satu orang menodongkan…
Cerpen : Mati Bersama oleh Bagus Dwi Hananto
Suara ”kouta” seorang ”geisha” sembari memetik ”shamisen” terdengar jelas di kamar lantai dua itu. Nyanyiannya merdu; tarikan kata-kata pada liriknya terdengar bening dan jelas. Petikan ”shamisen” berpadu baik dengan lagu itu. Serupa…
Cerpen : “Gift” oleh Tesalonika Taroreh
Pria tua dan miskin itu adalah ayahku. Kami hidup tinggal berdua, sejak ibu memutuskan untuk meninggalkan aku dan ayah ketika aku berumur 5 tahun karena tidak sanggup hidup miskin. Ia yang tidak…
Cerpen : Semangkuk Mi Ayam dan Kenangan oleh Sudi Setiawan
Hujan sayup-sayup mulai membasahi jalanan kota kecil ini, lampu-lampu jalanan terang benderang menerangi kegelapan malam, dedaunan jatuh dari pohon asem setelah dihempas angin kencang dari arah timur. Jalanan sepi, para manusia sibuk…
Cerpen : Ramuan Pahit dan Pertarungan Pamungkas oleh Ni Komang Ariani
Aku merasakan sengatan ringan, ketika telapak tanganku menyentuh tangan perempuan tua itu. Sejenak ruangan ini mampat oleh energi yang aneh. Seperti sebuah energi yang berasal dari dunia lain. Udara di sekelilingku seperti…