Masa putih abu-abu adalah masa yang dinantikan para remaja, khususnya remaja lulusan sekolah menengah pertama (SMP). Masa di mana kami mulai mencari jati diri. Mulai mengenal sketsa dunia remaja sesungguhnya dengan banyaknya…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Pilihan Bapak oleh Atta Verin
Kamu punya pilihan untuk membenciku seumur hidupmu atau tetap mencintaiku seperti saat kamu kecil dulu. Pesan singkat itu menjadi alasan aku memutuskan untuk mengunjunginya di penjara dua hari menjelang dia dieksekusi. Sebelumnya,…
Cerpen : Mengapa Ada Cobek di Atas Tudung Saji oleh Luhur Satya Pambudi
Setiap orang yang pernah masuk ke ruang makan kami akan melihat sesuatu yang cukup aneh di atas meja. Hal itu sudah pasti membuat mereka penasaran. Sungguh wajar belaka apabila lantas menyembulkan satu…
Cerpen : Rania dan Kesendiriannya oleh Bulan Nurguna
Rania berkejar-kejaran dengan ombak di bibir pantai. Bila ombak menuju daratan, ia seolah dikejar. Bila ombak kembali ke lautan, ia seolah mengejar. Setelah capek dan bosan, ia beralih ke permainan lain. Ia…
Cerpen : Nawang dan Betari oleh Akhmad Idris
Betari tak berhenti menyungging senyum lewat bibir merahnya, berharap sang suami segera pulang dari menjala ikan. Matahari sudah tampak letih, sinar kuning keemasannya mulai berubah kemerahan. Betari sudah berkali-kali bolak balik dari…
Cerpen : Nyonya Andini oleh Bang Harlen
Bulan di atas kuburan. Penggalan sajak Sitor Situmorang itu rasanya tepat mencerminkan rumah ini. Siapa pun pasti setuju dengan kecantikan dan keanggunannya. Rumput hijau yang melapisi halaman tampak terawat. Aneka pot berbagai…
Cerpen : Aku Memberinya Nama Mick Jagger oleh Mochamad Bayu Ari Sasmita
Lelaki berjubah hitam itu berada di ruanganku begitu saja tanpa kuketahui dari mana dia masuk. Pintu kukunci dari dalam, jendela seluruhnya tertutup rapat. Ruanganku benar-benar gelap. Tidak ada satu pun cahaya kubiarkan…
Cerpen : Haruskah Kami Potong Tangan Ibu? oleh Budi Saputra
Setelah 60 tahun lebih ibu hidup di kota, kami pun akhirnya mengambil sebuah keputusan yang amat berat. Mengungsikan ibu ke kampung. Dalam artian, kami membawa ibu pindah ke kampung halaman almarhum ayah,…
Cerpen : Sokek oleh Hubbi S Hilmi
Derik air tergesa pada sungai di sampingmu. Berlarian menuju hilir. Tampak kau masih terpaku. Masih berdiri dan menyorot tajam pada tubuh yang tergeletak bersimpah darah. Tubuh yang tersungkur dengan wajah membekap tipesan….
Cerpen : Rumah Bako oleh Yoga Zen
Aku tak perlu bertanya untuk tahu letak rumah itu. Sebab, aku mengingat gapura bergonjong sebagai petunjuk saat pertama kali kami mengunjunginya dua dekade silam. Tak ada yang berubah, pikirku. Gapura itu masih…