Aku merasa diriku sudah seperti ular yang terus menerus berganti kulit. Selalu saja diriku muncul atau lebih tepatnya dimunculkan dengan nama dan bentuk yang baru. Meski harus kuakui bahwa memang ada beberapa…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Lelaki Harum Lahang oleh A. Warits Rovi
Ia menghidu sebentuk harum yang khas dan melekat kuat dalam ingatannya. Sekali lagi ia menghidu harum itu sambil memejam mata. Bibirnya merekahkan senyum serupa lengkung bulan terbalik di langit magrib. Ia begitu…
Cerpen : Binar yang Memudar dari Matanya oleh Rizqi Turama
Dari tiga anak Ibu, akulah satu-satunya anak yang gagal. Kakak pertama sudah jadi manajer di sebuah perusahaan multinasional. Rumahnya besar dengan tiga mobil mewah berjajar di garasi. Kakakku yang kedua bekerja di…
Cerpen : Buntung oleh Tetin Sobariah
Kawin cerai di desa ini bak kacang goreng. Hampir setiap orang menikah dua kali. Tapi tidak dengan Euis. Dirinya tercatat sebanyak tiga kali kawin cerai dalam waktu empat tahun, pada usia 28…
Cerpen : Main Tangan oleh Muram Batu
Sejak tangan kanannya tak lagi bergerak normal, dia sudah tidak lagi main tangan. Padahal sebelumnya, selain dikenal sebagai sosok yang ringan tangan, dia juga ditandai warga sebagai orang yang panjang tangan. ”Kerjalah,…
Cerpen : Obrolan Para Baboe oleh Lia Laeli Muniroh.
Aku masih menyodokkan sapu ijuk ke bawah jemuran. Gagang sapu berwarna biru tua itu terus saja berulang kali mengambil daun-daun pohon randu yang jatuh beterbangan. Bukan dari pohon di halaman rumahku, melainkan…
Cerpen : Tuan Pengarang oleh Mochamad Bayu Ari Sasmita
Sebelumnya, lelaki itu sudah frustrasi dengan tulisan-tulisannya yang selalu ditolak oleh media. Bahkan, novelnya yang berjumlah seratus ribu kata pun ditolak mentah-mentah oleh sebuah penerbit. Dia memang seorang pengarang, begitulah pengakuannya; tapi…
Cerpen : Ambhin yang Sobek oleh Zamiliyah
”Sudah tambah besar.” Larasati menghentikan kegiatannya. Perasaannya terguncang. Butuh beberapa waktu untuk kembali menormalkan pompaan jantungnya yang beradu cepat. ”Iya.” Suara yang dipaksa keluar itu tenggelam oleh lenguhan Bintang Timur. Sais benar-benar…
Cerpen : Ia Lebih Tabah dari Hujan oleh Marwanto
Ia lebih tabah dari hujan yang turun di awal musim kemarau. Diseretnya langkah itu melewati pematang sawah. Meski terlihat lelah, ia akhirnya sampai juga. Ya, sampai di lahan yang menghampar memanjang. Lahan…
Cerpen : Hampir Superman, tapi Bukan oleh Dadang Ari Murtono
Satu dari empat pacar Aminah mencoba bunuh diri, tapi gagal. Lelaki itu berdiri di tengah rel kereta dengan linglung. Dan sebelum kereta melindas tubuhnya, seseorang menyelamatkannya. ”Kau tidak seharusnya menyelamatkanku,” kata lelaki…