Tujuh bulan sejak wabah menyerang kota, aku tidak pernah keluar gedung seperti sekarang ini. Apa yang kulakukan saat ini, berdiri di pinggir jalan, sebenarnya terlambat. Warga kota telah melakukannya dua belas jam…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Lelaki yang Menabur Rempah oleh Ramayda Akmal
Tersebutlah seorang pemuda, Karl Heidrich, yang jatuh cinta habis-habisan pada segala yang oriental. Ia yang memandang tanah kelahirannya sebagai daratan dingin dengan kehidupan layu, terbius oleh kehangatan bumi dan manusia dari timur…
Cerpen : Riwayat Seekor Babi oleh Afri Meldam
Aku tak terlalu ingat kejadian persisnya. Yang masih membekas di cecabang ingatanku hanyalah gurat jingga di ujung langit yang tampak seperti membakar pohon-pohon. Lalu hiruk-pikuk itu. Sorak-sorai para pemburu yang tiba-tiba muncul…
Cerpen : Wabah oleh Dino Rawan Putra
Kota ini adalah kota tak bernama, kota yang tiba-tiba dicekam ketakutan, dikungkung wabah penyakit mengerikan. Bayangan kematian seperti berkelebat setiap sudutnya, dan apa-apa yang tersentuh membusuk secepat angin mengantarkan kabar pada telepon…
Cerpen : Perihal Menyederhanakan Cinta oleh Rika
Percayakah kau bahwa suatu hari hujan turun karena alasan sederhana, awan-awan mencair karena panas oleh hati seorang perempuan yang diselubungi cemburu? Orang-orang percaya cemburu itu perlu, cemburu itu bagian paling nyata dalam…
Cerpen : Surtikanti oleh Desynata Purnamasari
Namaku Surtikanti, tapi semua orang memanggilku dengan nama Suti, termasuk orangtuaku. Aku selalu penasaran dengan arti namaku sebenarnya, karena nama ini terdengar tak biasa bagiku. Orang tuaku memiliki darah Jawa dan aku…
Cerpen : Bunga Dalam Air oleh Muhammad Lutfi
Suatu sore kamu datang tergopoh-gopoh ke rumahku. Dengan mengendarai sepeda tua khas orang-orang Belanda. Kamu tak pernah menganggap aku sebagai pribumi. Aku juga tak pernah merasa seperti orang asing. Asing dan pribumi…
Cerpen : Redian dan Kulkas Barunya oleh Teguh Affandi
Panggilan dari Redian masuk ketika saya memutuskan untuk menjual kulkas tua. Deringnya memecah ruangan apartemen saya yang dibalut sunyi, sebab suara dengung dari belakang kulkas membisu tanpa aliran listrik. Kabel sekaligus ujung…
Cerpen : Bahtera Arwah Farokh Semyonovich oleh Sarita Rahel Diang Kameluh
Malam sebelumnya, ada mufakat gencatan senjata dari kedua belah pihak. Satu peleton serta seorang kapten sedang mengadakan Liturgi Suci di dalam tenda bersama seorang pendeta Athos. Kereta pedati mendekat, dikekang oleh seorang…
Cerpen : Kado Pernikahan yang Sesungguhnya oleh Kanya Ahayu Ning Yatika Akasawakya
Untuk menyiapkan hidangan kesukaannya, sudah sejak subuh saya berkutat dengan peralatan masakâwajan, panci, dandang, dan lainnya. Setelah dua bulan ditinggal pergi ke perantauan, akhirnya ia memberi kabar bahwa akan pulang dengan membawa…