Samael lahir dengan sepasang kanker di belikat punggungnya. Kanker yang ganas, yang tumbuh besar dan cepat, yang membuat kedua kakinya lumpuh. Kedua orangtuanya bingung, mengapa, setelah bertahun berumah tangga, Tuhan justru memberi…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Keluarga Kudus oleh Sunlie Thomas Alexander
”ZAMAN sekarang ternyata ular betina pun bisa jadi keluarga kudus!” ujar Mama Martha bersungut-sungut pagi itu sepulang dari misa Pesta Keluarga Kudus Nazaret. Bapa Yosef urung melinting tembakau Joker di tangannya. Mengangkat…
Cerpen : Nyonya Betty oleh Mufti Wibowo
Nyonya Betty punya kebiasaan yang ganjil. Seperti kelelawar, ia justru tidur pada saat matahari mulai masuk melalui kaca jendela kamarnya. Sinar matahari seakan menyuntikkan rasa letih dan kantuk di tiap persendian Nyonya…
Cerpen : Pandemi oleh Ketut Sugiartha
Tiba-tiba ada desir halus kurasakan di dada. Desir yang sepertinya memberi isyarat bahwa akan terjadi sesuatu yang berpengaruh pada hidupku. Namun, sebagaimana pernah kualami sebelumnya, tidak dapat kupastikan karena aku tidak cakap…
Cerpen : Sore Bersama Ibu oleh Annisa Hertami
Ibu mengaduk chai tea hangat yang kubuatkan untuknya. Ibu suka chai tea buatanku. Katanya aku pintar menakar susu, teh hitam, jahe, dan rempah-rempah yang pas. Kami duduk di ruang tamu. Sayup-sayup terdengar suara TV menyiarkan iklan…
Cerpen : Mbah Yai oleh A. Zulfa Muntafa
Setelah salat Isya, seluruh santri pondok pesantren Roudlotut Thullab baik putra maupun putri mengikuti kajian kitab kuning yang dipimpin langsung oleh pengasuh pondok, Kiai Haji Abdul Muhaimin. Para santri lebih sering menyebut…
Cerpen : Terusir oleh Ade Mulyono
Kesedihan sepertinya makin akrab dengan perempuan muda beserta bayinya. Sudah berhari-hari derita tak bosan mengepung hidupnya. Baru saja menginjakkan kaki di pekarangan rumah salah seorang warga di desa sebelah ia sudah disembur:…
Cerpen : Cakar Dubuk Tutul oleh Naning Scheid
Di Nsanje, pada musim kemarau awal Juni 2016 aku bertemu Kulunga, perempuan Malawi berusia sekitar 30-an dan berkulit legam. Dengan tatapan mata putus asa ia menceritakan rahasia tentang ritual persetubuhan dengan “Dubuk…
Cerpen : Melankoli Patriot oleh Ranang Aji Sp
Sepasang anak muda itu berjalan menuju bangku melewatiku sembari bercakap. Mereka seperti dua orang yang paling bahagia di dunia ini. Tersenyum dan saling berbagi harapan. Di antara rumput hijau dan pohon ringin…
Cerpen : Warung Sebelah oleh Setiyo Bardono
”Kalau jualan sayuran, jualan sayuran saja, jangan jualan yang lain. Itu namanya serakah, matiin rezeki tetangga.” Bentakan Bu Darmi membuat jantung Mak Isah terasa mau copot. Tubuh Mak Isah gemetar melihat Bu…