Burhan memelankan laju motornya saat truk yang membawa tumpukan kandang ayam di depannya mendadak mengurangi laju kecepatan. Tak sampai satu menit, truk yang menguarkan bau tahi ayam cukup menyengat itu benar-benar berhenti….
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Kamar Mayat oleh Guntur Alam
Di sinilah dirimu, di depan kamar mayat rumah sakit Kota P, kota tetangga yang berjarak sekitar 31 kilometer dari tempat tinggalmu. Kau sedikit ragu untuk melangkah, mengikuti petugas kamar mayat yang tadi…
Cerpen : Saat Bertemu Suamiku oleh Desi Puspitasari
Mata mama bengkak. Kakak perempuan suamiku meremas tisu dalam genggamannya. Saudara-saudara yang lain diam menunduk. Aku beringsut mundur. Sebuah tangan mencengkam kuat lenganku. ”Bertahanlah.“ Air mata menggenang di pelupuk mata Rob, adik…
Cerpen : Bulan oleh Ni Kadek Rika Riyanti
Aroma wewangian menguar dari sebuah ruangan yang dikelilingi dengan kelambu berwarna hitam dan merah pekat. Dan asap kemenyan mengepul dari dalam pasepan. Jelasnya, api melumat benda itu dan memuntahkan asapnya. Membuat sesak ruangan…
Cerpen : Selimut oleh Elfi Ratna Sari
Aku heran pada Ibu. Jika seseorang dalam hidupnya bercita-cita jadi dokter, guru, pramugari, polwan, dan lain sebagainya yang disebut profesi, maka ketika kutanya, ”Ibu ingin jadi apa?” atau ”Cita-cita Ibu apa?”, dengan…
Cerpen : Kasih Bunda di Rimba Duka, Rindu Anak Sepanjang Kelana oleh Nuryana Asmaudi SA
DARA belia itu belum pengalaman menjalani liku-liku kehidupan, juga belum paham hubungan laki-perempuan. Maka ketika seorang pria membisikinya dengan rayuan pemikat asmara, ia terlena hingga berbadan dua. Perempuan muda itu belum pernah…
Cerpen : Warangka Excalibur Arthur oleh Yuditeha
Perempuan pendongeng yang masih bertahan di kota London itu bernama Haura. Senja itu, seperti biasanya di Queen’s Walk, jalan pedestrian tepi Sungai Thames, dia telah dikerumuni beberapa orang. Haura siap bercerita kepada…
Cerpen : Penjual Kematian oleh Maya Sandita
”Nenek Imah tidak mati, Bu!” ”Apa tidurmu nyenyak semalam?” ”Tentu. Aku meminum obat rutin seperti biasa. Juga obat tidur itu—yang tak kusuka. Aku tidak lupa!” ”Kalau begitu, Ibu akan minta pengasuh untuk…
Cerpen : Di Restoran oleh Bulan Nurguna
Cuaca panas siang hari langsung lenyap ketika aku memasuki pintu mal yang terbuka otomatis. Di dalam mal aku sudah tahu kalau pergi ke mana: suatu restoran yang cukup mewah untuk ukuran kota…
Cerpen : Buih oleh Siti Saimah
”Mama! Lihatlah! Ada banyak buih mengepung Monas!” seru Ningsih kepada Ibunya. Ningsih berdiri di ambang jendela kamar hotel di lantai 10 yang menghadap ke Monas. Pada Minggu pagi yang cerah itu, Ningsih…