Anak-anak di Gang Melayu malafal nama “Hulk” dengan menambah huruf ‘e’ setelah huruf ‘l’, sehingga terdengar seperti “Hulek”. Nama itu jadi berkesan lucu karena dekat dengan kata ‘ulek’, yang mengingatkan pada anak…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Perempuan di Bibir Pantai oleh Mutiarasari
Pasir dan deru ombak sudah bosan mendengar langkah perempuan ini menunggu kekasih kembali dari sumpahnya. Angin laut terus menyapu helai-helai rambut yang terkibar pada kepala perempuan bersarang rindu yang terus memandang jauh…
Cerpen : Dua Jam yang Lalu (Janji) oleh Achmad Taufik Budi Kusumah
Sampai di depan pintu pengadilan Lulu semakin erat menggenggam tanganku. ”Apa benar-benar siap menyaksikan semua ini?” bisiknya lirih. Aku tak jawab tanya. Hanya genggaman lebih erat pada tangannya. Semua anak barangkali tak…
Puluhan Pegiat Sastra Bali Modern Baca Cerpen dan Puisi secara Virtual oleh
DENPASAR, KOMPAS — Acara unik digelar pegiat sastra Bali modern untuk merayakan Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia. Melalui akun media sosial masing-masing, sekitar 55 pegiat sastra Bali modern membaca cerita pendek…
Cerpen : Lelaki Dua Babak oleh Radja Sinaga
[1] Hantu itu sangat sering melintas di pekarangan rumahnya. Sebab itu pula, dirinya sering kali cemas. Dan anehnya hantu itu selalu menampakkan wajahnya tatkala ia memperhatikan hantu itu diam-diam. Setelah mereka bertatapan,…
Cerpen : Dan Semua Tertinggal oleh Herpin Nopiandi Khurosan
”Kamu gila? Tiga hari lagi kita ujian semester.” ”Gak apa-apa. Kita harus menghadapi ujian semester dengan hati yang tenang, kan? Lagi pula aku gak percaya kalau kamu belum belajar dan mempersiapkan diri…
Cerpen : Ubi Jalar Madu oleh Agus Pribadi
Ibu—dia adalah ibu tiriku yang kerap menyakitiku saat ayah masih hidup—sepertinya telah berubah sejak ayah tiada awal tahun 2020 ini. Beliau—sebelumnya sering marah-marah padaku tanpa sebab, terutama jika ayah sedang tidak di…
Cerpen : Kutang oleh Risen Dhawuh Abdullah
Ada sebuah momen mendebarkan yang hampir selalu muncul di setiap pagi. Setidaknya itu yang kami rasakan—anak-anak ibu yang perempuan. Di belakang rumahlah debar itu terasa. Dua kutang digantung pada tali jemuran. Terkadang…
Cerpen : Rindu di Musim Wabah oleh A. Warits Rovi
Keganjilan ini berawal pada suatu sore, ketika aku duduk di dekat jendela. Di luar kaca yang setengah terkuak, guguran daun-daun kers membedaki tanah. Pelan kuangkat mata bermaksud ingin menatap pohon yang sudah…
Cerpen : Asmaraloka oleh Bait Ummu Alif
Agaknya pertemuan kali ini adalah murni karena mereka ingin mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Tadi malam Alif memberitahu jika ia akan berkunjung ke rumah Putri setelah perempuan berkacamata itu menanyakan…