Aku sedang berada di depan gerbang rumah besar, mencari-cari tombol bel pintu ketika sebuah mobil berbelok dan lampunya menyorot persis pada gerbang di depanku. Spontan aku berbalik, tanganku melindungi mata dari silau…
Cerpen : Bukan Seorang Drupadi oleh Artie Ahmad
Kabar kematiannya tersiar dari pelantang suara masjid. Jelas betul bagaimana marbot masjid menyebut namanya, umurnya, waktu kematian, dan pukul berapa upacara kematiannya akan dilangsungkan. Sekali lagi marbot masjid mengulang… ”Nyonya Lindri, usia…
Cerpen : Kota Kehilangan oleh Radja Sinaga
Jika kau sedang merasa kehilangan dan tak menemukan tempat yang bisa membuatmu pulih atau kau merasa kebahagiaan adalah kebohongan paling nyata dibandingkan ucapan-ucapan politikus, maka bacalah cerita ini. Bila kau merasa kehilangan,…
Cerpen : Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku oleh Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku
Di mata orang, aku hanyalah seorang perawan tua yang kurang kerjaan. Selepas subuh, aku sudah rapi jali dengan sebuah buku dan secangkir teh tubruk tanpa gula. Menekuri huruf demi huruf dari sebuah…
Cerpen : Rumah (Te)tangga oleh Kedung Darma Romansha
No 527 Ia melempar bungkus rokok setelah meloloskannya satu lantas membakarnya, mengisapnya dengan cepat dan mengembuskannya dengan cepat pula. Seperti ada yang memburunya, mungkin masa depan yang sedemikian abstrak di kepalanya. Bukan,…
Cerpen : Rahasia Kue Lebaran Mina oleh Aliurridha
Lebaran bagi Mina adalah membuat berbagai jenis kue kering yang kemudian ia bagikan kepada anak dan cucunya. Ia mengerjakannya siang dan malam, kadang dari pagi sampai tengah malam, demi bisa selesai sebelum…
Cerpen : Sayap Elang dan Secangkir Teh ”Chamomile” oleh Triana Rahayu
Asap halus mengepul dari mulut teko kaca berukuran mini. Benda yang diletakkan tepat di bagian tengah sebuah meja kayu dengan cat yang mulai memudar di beberapa sisi. Sementara, dua buah cangkir berbeda…
Cerpen : Tiga Fragmen Kucing oleh Risen Dhawuh Abdullah
1/ Dengan sekuat tenaga, kedua tanganku memegang empat kaki kucing yang ada di hadapanku, hingga ia tergeletak di ubin. Satu tangan menguasai dua kaki. Kucing itu berupaya melepaskan diri dari cengkeramanku, sembari…
Cerpen : Luka
SERBUK subuh mulai tercium ketika kamu muncul di ambang pintu penginapan. Di latarmu langit nyaris merah. Rambut panjangmu masai, tapi kamu masih terlihat sehangat musim semi yang menumbuhkan pucuk-pucuk stroberi. Lonceng angin…
Cerpen : Perjalanan Kesembilan Puluh Sembilan
Setelah mengamati kembali catatannya, Penulis sadar rencananya kali ini suci. Sambil duduk, ia menambahkan di liak-liuk rute yang sudah digambarnya dengan pensil warna-warni: tempat-tempat spiritual. Ia berniat memberikan tajuk istimewa untuk rencananya…