Setiap selesai menyusu bocah laki-laki itu selalu minta dilepaskan dari gendongan. Kebiasaan itu membuat Utari bertanya-tanya dalam hati: mau apa sih sebenarnya anak ini? Apabila sudah diturunkan ke lantai ia pasti merangkak…
Cerpen : Dongeng Tanah Rantau oleh Ratna Nisrina
Kupandangi kamar berukuran kecil ini. Bau pengap terasa menggelitik di hidung. Hanya secuil jendela tampak menghias di sudut kamar. Kecil, hingga cahaya pun enggan masuk menyapa. Aku pun terduduk penuh tanya. Mungkin…
Cerpen : Wabah oleh Philip Jehadom
Dalam perjalanan, Anapati Sutardi beberapa kali membatin ketakutan. Rasanya ada semacam angin menyelinap tanpa permisi dalam pori-porinnya. Terdengar di gendang telinganya ketika lelaki bermata coklat itu pelan-pelan melangkah menuju kedai kopi seperti…
Cerpen : Pulang oleh Anton Kurnia
Setiap kali Ramadan tiba, kau selalu terkenang kepada ibumu. Sudah dua puluh tiga Ramadan ibumu meninggalkanmu. Namun, kenangan tentang dia masih jelas terpatri di dalam batinmu. — SAAT ibumu pergi direnggut penyakit…
Cerpen : Doa Burung-burung oleh Nur Hadi
Jika kalian pernah lewat ke dusun yang sekarang terkenal dengan sebutan Ringinjajar, kalian mungkin pernah mendengar cerita indah ini. Cerita yang bisa saja kalian dengar dari burung-burung yang bercuit kala pagi hari…
Cerpen : Rezeki dalam Sekotak Nasi oleh Ita Siregar
–Untuk Chiko Telah seminggu Dame keliling Kota Medan seperti mencari seorang anak hilang. Diantar sopir sewaan, mewakili bos perusahaannya di Surabaya, ia akan membeli satu bangunan pabrik kosong masih layak pakai. Harapannya,…
Cerpen : Rumah Makan Kelok Awas oleh Raudal Tanjung Banua
GEMBIRA betul pemuda perantauan itu sampai di kawasan perbukitan Kelok Awas. Meski jalan naik-turun berkelok-kelok menambah rasa lelahnya mengemudi, ia tak peduli. Kawasan itu sudah dekat kampungnya. Selepas turunan panjang, ia akan…
Cerpen : Tiga Helai Karet Gelang di Tangan Seorang Ayah oleh Raudal Tanjung Banua
Setelah upacara ”pemakaman” guruku yang menguras perasaan, aku beruntung menemukan sebuah warung bubur sederhana pinggir jalan, persis di seberang gerbang Lembah Pujian. Di kompleks perumahan berlembah hijau dengan ricik sungai itu, guruku…
Cerpen : Cerpen Mimpi Jurai oleh Guntur Alam
Aku akan memulai cerita ini dari mimpi yang tujuh malam berturut-turut menyambangi tidurku. Pada mimpi aneh bin ajaib itu, aku berdiri di atas batu cadas putih, Sungai Lematang hampir mengering, pasir memutih…
Cerpen : Burung-burung yang Menghilang dari Kampung Kami oleh A. Warits Rovi
Dalam keadaan terbaring lemas dengan suhu tubuh yang panas, kakek masih menyuruhku membuat olahan getah perekat untuk menangkap burung. Napasnya berat dan dalam. Suaranya serak dan sangat lirih, ia hanya bisa bicara…