I Diriwayatkan oleh kakak perempuan Sarmin, Simah binti Sarmin, dari tetangganya, Narno bin Sueb, bahwa Sarmin dibunuh oleh jago silat yang ingin menjajal kehebatannya. Kejadian tersebut, jelas Narno, berlangsung malam hari, sekitar…
Cerpen : Setelah Sepasang Bulan Sabit Saling Mengait oleh Triyanto Triwikromo
Sebelumnya, paling tidak ketika di langit Oktober 1967 tampak sepasang bulan sabit saling mengait, hujan belum mengguyur bantaran Sungai Glugu. Saat itu ada 10 truk yang mengangkut masing-masing 15 mayat, bergerak menembus…
Cerpen : O oleh Benny Arnas
Menghabiskan 20 tahun untuk teater di Pontianak, O belajar banyak. Kesenian yang digadang-gadang kuasa melembutkan hati dan memperhalus budi pekerti hanyalah dongeng. Baru ia sadari kalau selama ini pentas-pentas yang dulunya menyalakan…
Cerpen : Tungku Kematian oleh Zainul Muttaqin
Tergesa-gesa Muna, tangan kirinya menyingkap ujung rok yang ia kenakan. Lekas ia berjalan, mengenakan sandal jepit, bunyinya terdengar mirip suara kaki kuda yang sedang ketipak-ketipuk. Orang-orang yang berpapasan dengannya menampakkan raut panik, pasti…
Cerpen : Menulis Hidup oleh Srie Rahmawati
Aku tiba di rumah sebelum matahari berganti tugas dengan bulan. Pekerjaan yang cukup banyak di kantor tadi cukup menguras pikiran dan tenagaku. Sesampai di rumah, istriku menyambut dengan wajah masam. Entah apa…
Cerpen : Kotak Amal
TIDAK lama setelah usai salat Zuhur, tiba-tiba terdengar suara riuh dari depan masjid. Aku segera bangkit dari sujud setelah zikir kutuntaskan dengan ketergesaan. Di halaman masjid, kulihat Zamdani mencekal lengan seorang laki-laki…
Cerpen : Sesaat sebelum Fajar oleh Sasti Gotama
Beku, teramat beku. Pendulum belum berdentang, apalagi kokok ayam jantan. Samudra masih jelaga. Konon, waktu terdingin adalah sesaat sebelum fajar. Nona, apakah ini dingin yang kamu ceritakan? — SEDETIK lalu, laut muntahkan…
Cerpen : Mereka yang Mati di Malam Pengantin oleh Salehati
Kawin, bagi kami, adalah misi bunuh diri yang berakhir di malam pengantin. Kematian datang sebagai fase hidup yang alami, tentu saja. Sebagai hukum alam. Sebagai kodrat. Dan itulah yang membuat kematian yang…
Cerpen : Perempuan Tua dan Kupu-kupu oleh Acik Giliraja
Perempuan tua itu berbaring seorang diri, tak ada yang dinanti selain maut. Pun terasa sudah cukup baginya hidup seorang diri, tanpa suami, tak ada anak-anak yang menemani. Suaminya mati karena penyakit lambung…
Cerpen : Lelaki yang Setiap Hari Memesan Mimpi oleh Arinda Sari
Lelaki itu tinggal bersama si semata wayang, Thole. Rumahnya hanya sebentuk gubug sederhana, berdinding papan yang lapuk dimakan usia dan musim. Lantainya serupa semen kasar yang sudah pula bolong di sana-sini. Mereka…