Pati adalah kota kecil yang indah. Udara bersih dan di mana-mana bebas sampah. Warga menata sayur dan buah-buahan di pasar mereka dengan estetik. Rumah-rumah dan pagar cemerlang seperti sedang bulan Agustus. Kota…
Cerpen : Kurma dan Klepon oleh Manggar Maula Mahabana
Nama lengkapnya Kurmawati Ayune Neni, tapi nama panggilannya Kurma. Sama sekali dia bukan keturunan Arab atau Timur Tengah. Dia keturunan Jawa, karena ayah ibunya dan kakek neneknya hingga sekian generasi sebelumnya memang…
Cerpen : Agenda Makan Malam dengan Dua Cecak
MAKAN malam sudah semakin dingin, tapi batang hidung suaminya belum jua muncul di penglihatan. Ria menghela napas panjang. Ditutupnya sajian yang terhidang di atas meja makan dengan tudung, berharap rasa masakannya akan…
Cerpen : Yang Mengejutkan dari Lembah Kelabu oleh Eko Triono
Letih dan kehausan, mereka berhenti. Seorang bertopi hitam duduk di atas batu besar, membuka botol minuman. Seorang berkaus merah menyibak ilalang kering, membuka ritsleting celana. Seorang berkacamata berdiri di bawah pohon kesambi,…
Cerpen : Purnami oleh Ketut Sugiartha
Purnami masih duduk bergeming di teras rumah. Pikirannya berangsur jernih. Pipinya mulai kering, tak lagi dibanjiri air mata. Malam kian larut. Suara gonggongan anjing di kejauhan sesekali memecah keheningan. Juga suara jangkrik…
Cerpen : Pulung Sekar Dadung oleh Dody Widianto
Bapak sering bercerita padaku tentang bulatan cahaya berwarna merah sekepalan tangan yang melayang di udara dengan membawa pesan kematian. Layaknya kunang-kunang yang besar, ia akan hinggap di atap rumah warga di mana…
Cerpen : Monyet Pemetik Teh oleh Asri Nur Aini
Setiap kesan dari pemandangan Gunung Wuyi di musim panas adalah dambaan seluruh makhluk. Langit jernih, angin sepoi, ricik nyanyi sungai seolah menggelar restu untuk semua satwa menari. Di tebing Wuyi tertanam teh…
Cerpen : Jannang oleh Alfian Dippahatang
Hajah Ruhi dipandang bakal membahayakan orang-orang jika dipercaya lagi menjadi jannang. Nyaris setahun, selepas satu kejadian buruk menimpa Hajah Ruhi, seperti tidak bisa ditoleransi, sungguh ia kesulitan mendapat kepercayaan. Meski hanya Hajah…
Cerpen : Mama Menelepon dari Neraka oleh Surya Gemilang
Peti jenazah Mama ditutup. Lalu aku keluar ke halaman rumah duka untuk menyulut rokok, meninggalkan para bibi dan paman yang tersedu-sedan di dalam; aku merenung soal dosa-dosa yang harus ditebus manusia di…
Cerpen : Ketika Kuantar Kau Pergi oleh Rizqi Turama
Senyum mengembang cerah, tangan melambai perlahan, dan ucapan “Dadah” yang lucu selalu kau beri ketika aku hendak berangkat kerja. Tidak hanya itu, saat mengucap “Dadah” kau akan mengeluarkan semua tenaga sehingga suaramu…