Bedil itu seketika berpindah tangan padanya. Sebelum adegan berganti sesal, Saudara semua, ya, Saudara pembaca sekalian mesti memahami seutuhnya musabab yang melatarbelakangi kenekatan tokoh utama kita. ”Mungkin lebih baik jika aku ikut…
Cerpen : Reptilia Berjenggot oleh Husnun Nadhifah
Ruang berukuran 3×4 itu disinari temaram cahaya dari jendela kamar yang terbuka. Rimbun dedaunan pohon sirsak menutupi sinar mentari yang menerangi kamar dan membuat suasana tampak sendu. Senada dengan suasana di dalam…
Cerpen : Gading Om Jenderal oleh Gesit Ariyanto
Bosan dan jenuh sangat, rutinitas robotik di meja komputer membawa Jacky melarikan diri ke pasar riuh itu. Melangkah di lorong-lorong sempit yang mulai ramai, ia serasa menemukan oase, berjarak dari diskusi kantor…
Cerpen : Laila
MAHLI duduk menunggu di sebuah kafe yang tak jauh dari stasiun kereta. Dia sengaja datang satu jam lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Mahli memang tidak pernah mau telat, terlebih kalau itu…
Cerpen : Mimpi-Mimpi Bissu oleh Wawan Kurniawan
Sahar tak sadar jika ia tengah bermimpi. Tapi seperti calon bissu1 lainnya, akhir dari mimpinya akan menjawab pertanyaan pantas atau tidaknya Sahar menjadi seorang bissu. Walaupun di luar mimpi Sahar belumlah jadi…
Cerpen : Kegemparan di Kota Zo oleh Ni Komang Ariani
Kematian-kematian misterius mengguncangkan kedamaian di kota Zo. Kematian yang datang kali ini bukan kematian biasa. Kematian yang diam-diam. Di apartemen yang sunyi dengan pemilik tunggal. Tanpa rasa sakit. Dilakukan oleh orang-orang muda,…
Cerpen : Kisah Sepasang Mata oleh Indrian Koto
Baiklah, baik! Aku akan bercerita padamu. Kali ini bukan tentang Khima, gadis yang ditemukan mati tergeletak kaku di tepi telaga dengan leher koyak*. Ya, aku tahu kau begitu menyukai kisah itu. Tetapi…
Cerpen : Seekor Anjing yang Kunamai Namamu oleh Hendri
Kemarin, tak lama setelah kepergianmu, anjing kampung itu beranak di halaman belakang. Cuma satu ekor. Bulu putihnya berlumuran darah dan cairan lain yang—aku tak yakin—sepertinya itu ketuban. Baunya amis. Harus aku apakan?…
Cerpen : Wabah oleh Ida Fitri
Setelah kejadian lintah menempel di kulit putihnya, Cuda Aminah selalu merasa ada sesuatu yang dingin di lipatan kaki, yang membuat perempuan itu mengulangi gerakan yang sama; menarik ke atas kain sarung yang…
Cerpen : Akhir Malam Pelukis Tayuh oleh Ranang Aji SP
Setelah digiring menuju hutan, Marmo berdiri sekitar lima meter dari bibir sungai di bawah bayang-bayang langit kelam usai hujan di bulan November. Dia tak sendiri. Masih tersisa beberapa tahanan dalam barisannya yang…