Kabut turun setelah hujan semalaman dan bukit-bukit seperti perempuan berkerudung putih dan hamparan lembah dan rumah-rumah warga tampak samar-samar. Panggih berdiri di sana sejak pukul dua dini hari, di pinggir sungai (batang)…
Cerpen : Mang Agus Pulang Kampung
Sudah bukan rahasia lagi kalau Mang Agus, juragan pempek berusia tujuh puluh tahun itu, tak bisa bepergian dengan naik mobil. Dari luar, ia bisa tampak biasa saja saat melihat mobil. Namun, begitu…
Cerpen : Perjalanan ke Kota Angin oleh Ni Komang Ariani
Aku masih ingat pada suatu malam, ketika istriku menghilang dari sisi pembaringan. Aku memandangi sebuah sisi yang selalu ia tiduri selama lima tahun terakhir. Dari tempat itu ia merangkulku tiap malam. Memijit…
Cerpen : Tanah Warisan Leluhur oleh Fanny J Poyk
Barangkali nama kebun itu tidak tercantum di dalam peta dunia, barangkali juga dia hanya berada dalam kenangan yang membatu, mengingatkan siapa saja yang pernah datang ke sana, selalu rindu untuk kembali. Kebun…
Cerpen : Sebagaimana Salju Pertama oleh Andria Septy
Kamu hanyalah seorang pelacur, yang kusewa dari sebuah rumah bordil tersohor di kota minyak. Aku tak tahu harus mengumpat atau memilih meredam gundah, bisa-bisanya kamu menasehatiku semacam ini. ”Bagaimana orang lain mau…
Cerpen : Rambut Palsu oleh Happy Salma
Bia membuka pintu kamar dengan siku tangan kirinya. Kedua tangannya menjinjing dua kantong besar, juga tas kecil manis yang tersandang di bahu kanan. Diam-diam Bia merasa senang karena menemukan dirinya tidak merasa…
Cerpen : Mafia Tanah oleh Eko Darmoko
Beberapa jam yang lalu, ia masih bermesraan dengan istri keduanya yang sedang mengandung anak pertama di kamar mewah di perumahan borjuis. Sedangkan istri pertamanya meringkuk kesepian di kamar sederhana di perumahan lain….
Cerpen : Seduhan Air Gula untuk Emak oleh M. Rosyid H.W.
Apa yang akan kau lakukan jika mengetahui perempuan yang melahirkanmu tidak lama lagi akan dijemput malaikat maut? Rina hanya rutin menyediakan air gula untuknya. Itu adalah air putih biasa dengan gula yang…
Cerpen : Penganan Sekali Sepekan oleh Maya Sandita
Tidak ada satu orang pun yang menyangka hal ini akan terjadi pada Yuk Turmi. Perempuan asal Palembang ini adalah istri Pak Camat yang ramah dan baik hati. Ia tidak suka dipanggil Bu…
Cerpen : Gagak oleh Ahimsa Marga
Suara kaok panjang berulang sedikitnya lima kali dari burung gagak yang bersliweran, sekitar pukul 05.30. Tubuhku gemetar. Ada perasaan yang tak bisa kukendalikan yang menyebabkan jantungku berdetak kencang. Tanganku lemas, bahkan gelas…