Petani tua itu adalah petani yang aneh. Petani yang berbeda dari petani-petani lainnya. Tadi pagi dia menemukan seekor ulat bulu di batang kangkung yang berjajar di tepi kolam. Petani lain biasanya mencapit…
Cerpen : Kardigan oleh Ayu Prawitasari
Rasanya mirip air mata yang asin. Semula kupikir begitu, namun kurasa aku salah. Kardigan dan kaus yang lengket di tubuh membuatku yakin kalau aku tak menangis. Panas dini hari ini membuat tubuhku…
Cerpen : Genosida Para Ikan oleh Mawan Belgia
Pada hari buruk bagi ikan: mereka terapung seolah hendak menutupi permukaan sungai. Dengan mata terbelalak seolah memprotes cara kematian yang tidak adil begitu. Sekelompok manusia segera mencebur ke sungai, kemudian sibuk memunguti…
Cerpen : Berlindung di Bawah Payung yang Robek oleh Ahmadun Yosi Herfanda
Gerimis menderas. Bu Lurah mengernyitkan dahi di bawah payung yang robek terkena sabetan golok. Di matanya gubuk-gubuk liar yang menjadi ”pasar tiban” itu berderet makin panjang di tepi jalan masuk ke kompleks…
Cerpen : Ketika Virus Itu Menghilang oleh Muhamad Pauji
Setelah masuk ruang laboratorium, lelaki jangkung berwajah oval itu berdiri di samping saya. Kami berbincang-bincang sejenak, kemudian saya mengajaknya menuju peralatan yang sudah saya persiapkan sejak pagi tadi. Ia mengerutkan dahi dengan…
Cerpen : Gadis yang Suka Meminjamkan Buku oleh Luhur Satya Pambudi
Sekiranya aku tidak pernah mendapat pinjaman sejumlah buku dari dirinya, barangkali aku tidak pernah mengenal nama Paulo Coelho dengan karya fenomenalnya Sang Alkemis atau hanya mengetahui Jostein Gaarder sebatas Dunia Sophie. Bahkan jika belakangan aku…
Cerpen : Sadovoe Koltso
PEPOHONAN oak kaku berdiri. Satu per satu dedaunannya perlahan melayang sebelum luruh ke tanah. Udara mencucuk tetulang lengan kanan yang sempat retak ini. Di ambang 6,8 fahrenheit, pesawat-pesawat saling ganti mendarat dan…
Cerpen : Bukan Veteran oleh Yuditeha
SEMENTARA ketiga saudara laki-laki ibu pergi merantau yang akhirnya berumah-tangga lalu tinggal di tiga kota yang berbeda. Dengan begitu secara tidak langsung, aku yang merupakan satu-satunya anak dari bapak dan ibu, lebih…
Cerpen : Toya oleh Mahwi Air Tawar
Toya tahu, dirinya tak mungkin bertahan lebih lama lagi di kampung yang murung dan terkurung. Sepanjang jauh mata memandang, ia hanya menatap hampa rumah-rumah megah berdebu dan lengang. Orang-orang yang dulu biasanya…
Cerpen : Roni dan Pertanyaan Terakhirnya oleh Nuzul Ilmiawan
Saya ingin menceritakan tentang orang itu, orang yang namanya berulang kali disebutkan beberapa jam yang lalu di mesjid. Roni namanya. Ia tidak terlalu populer di kampung, karena memang ia pendatang baru dan…