Desember adalah musimnya kekasih saling bertemu. Tanah kerontang bertemu hujan—menumbuhkan benih-benih dan bebijian yang telah sekian musim terbaring dalam penantian. Musim ini ibarat alarm tanpa bunyi bagi penduduk desamu. Kau mulai menyebar…
Cerpen : Semangkuk Gabus Pucung oleh Ruly R.
BEBERAPA tetangga yang kebetulan lewat menyapanya, namun dia tak sepenuhnya hirau, hanya menjawab sapaan itu dengan anggukan kecil. Mula-mula, tidak ada yang benar-benar memperhatikan perilaku Babe Kasan, namun saat ini, di mana…
Cerpen : Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah oleh Rizqi Turama
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu…
Cerpen : Klub Televisi Ajaib oleh Ken Hanggara
Gedung misterius di ujung jalan ini berdiri entah sejak kapan. Desainnya memang tampak antik, tapi tak ada yang tahu tepatnya kapan bangunan itu didirikan atau untuk apa bangunan itu ada. Saking megah…
Cerpen: Masjid di Atas Bukit oleh Eka S. Saputra
SINOPSIS: Cerpen ini mengisahkan sebuah masjid tua yang berdiri di atas bukit, menjadi saksi bisu peralihan zaman dan perubahan lingkungan sekitar. Masjid ini didirikan pada abad ke-16 oleh Wali Sembilan atau murid-muridnya….
Cerpen: Lebaran, Ibu, dan Seekor Kucing oleh Warits Rovi
EKORNYA yang meliuk panjang berparam bulu halus-tebal yang berwarna kuning dan putih itu tak lagi memunculkan keindahan di mataku. Setiap kali ia pulang ke kontrakan dan mengeong untuk makan, akhir-akhir ini kerap…
Cerpen : Tragedi Menjelang Lebaran oleh Chudori Sukra
Bayi yang dikandung Hamidah sudah menginjak bulan kesembilan. Dia berpegang pada tepian sungai, sarungnya basah terikat pada tubuhnya yang sintal dengan kulit kecoklatan. Wajahnya yang bulat dan putih memancarkan kelembutan hatinya, dihiasi…
Cerpen : Buka Puasa Keluarga Musyafak
MARLIN memindahkan makanan yang baru saja ia masak dari dapur ke meja makan. Di sana ada nasi putih, tempe goreng, sambal, dan sayur mangut. Terdengar bunyi sendok terbentur dengan gelas saat ia…
Cerpen : Ramai oleh Sasti Gotama
Sabtu malam, tujuh empat lima, televisi menyiarkan seorang gadis mati gantung diri. Hatinya lumat setelah patah hati, begitu yang ia tulis dalam buku Vegetarian Han Kang di halaman paling belakang. Sementara penyiar bercasciscus tanpa…
Cerpen : Rumor oleh Adam Yudhistira
Dari jendela, Jenkins menatap lanskap Manhattan perlahan menuju temaram. Lampu-lampu kota berpendar semuram suasana hatinya. Sehari yang lalu ia berdiri di sini, menatap lampu-lampu itu bersama Gray, dengan anggapan dapat menghibur sahabatnya…