Apa yang tersisa dari masa muda? Tak banyak, yang paling nyata adalah seonggok tubuh tua yang kehilangan pesona. Tak ada sisa kecantikan yang bisa dipungut. Kulit yang begitu kusam dan berkerut, sehingga…
Cerpen : Itu yang Didengar Buyung oleh Mardi Luhung
Hanya dalam hitungan detik, buyar semua yang ada di pikiran Buyung. Warga yang ada di balai kampung menatap tajam. Dan kembali si ketua rapat berkata: ”Buyung, Anda terpilih jadi ketua kampung.” Kembali…
Cerpen : Air Kendi oleh Marta Mahardika
Istriku sangat fanatik mendukung Presiden yang gemar bikin pencitraan populis. Di matanya, Presiden betul-betul merakyat dan karena itu layak dijadikan teladan. Misalnya, ketika Presiden menggelar pesta pernikahan putra sulungnya, menu murahan sate…
Cerpen : Sang Penyair oleh Julius Anju
”Rembulan, rembulan maha indah, kumohon kembalikan kekasihku. Kumohon kembalikan cahayaku. Kumohon kembalikan malamku.” Sang penyair menggerak-gerakkan tangannya, wajah menengadah–memelas. Ia selalu tampil di tengah bundaran kota saat malam tiba, membacakan puisi. ”Lihat…
Cerpen : Wong Agung
AULA tempat mengaji mulai sepi. Lampu utama juga sudah padam. Namun, Amir masih duduk sambil bergumam dan memegang kepala. Sebagai mahasiswa eksak di sebuah perguruan tinggi negeri, Amir belum bisa menerima cerita…
Cerpen : Mereka Mungkin Ada di Sekeliling Kita oleh Ganda Cipta
YA, ke kiri. Tak sekali pun terlihat ke kanan. Jangan ditanya kenapa. Coba pikir saja sendiri. Barangkali dia sedang menyimpan kegetiran, kebohongan, amarah, atau entah lah. ”Ketiadaan jangan sampai membuatmu hilang pegangan….
Cerpen : Pataka Bertabur Bintang oleh Sori Siregar
Ketika ia memasuki ruang kuliah, serentak mahasiswa yang berada di ruang itu berdiri sambil meletakkan telapak tangan kanan mereka di dada sebelah kiri. Kemudian salah seorang di antara mereka bernyanyi. Gertrude terkejut….
Cerpen : Sepetak Surga Suatu Hari oleh Dwi Ratih Ramadhany
TIDAK ada yang istimewa dari desa itu, kecuali gulungan ombak setinggi bukit yang menerjang kediaman mereka pada sebuah malam yang sunyi. Angin seperti berembus hati-hati menerpa dedaunan dan menepuk tengkuk hingga ujung kaki….
Cerpen : Di Bawah Pohon Kersen oleh Atta Verin
Aku berada di atas batang pohon kersen yang kuberi nama Tuwut bersama buku gambar bajak laut dan bolpen merah yang kucuri dari meja kerja Papi. Dari atas aku bisa melihat ke ruang…
Cerpen : Hikayat Mata Golok oleh Hari Niskala
Di rerimbun semak perdu kau menggelosor seorang diri. Bocah-bocah kecil sama takut saat pertama kali menemukanmu terapung di antara riak-riak air sungai. Seonggok batang pisang membawamu dari seberang dengan cara begitu rupa….