Waktunya mendengar Hanya sedikit hening Sementara waktu terkubur Tutup kelopak matanya sejenak Wajah jatuh ke tanah Sedikit hening – Un Peu de Silence, Calogero – Maira menyandarkan tubuhnya di pelukan dinding. Malam jatuh….
Cerpen : “Aku Ngenteni Tekamu…” oleh Martin Aleida
Jodoh tidak buta. Tak pernah membuat majal kelembutan hati Ratih Sukowati. Malah memperkaya jiwanya. Rama-Sinta, Ande-Ande Lumut, dan rupa-rupa cerita pembujuk tidur, yang diwariskan ibunya, menemukan kekuatan pada sebuah legenda Batak, yang…
Cerpen : Dilarang Menabur Bunga di Makam oleh Nur Sholikhah
Makam ini kian hari kian tampak menyeramkan saja. Daun-daun kering berserakan, rumput-rumput meranggas, tulisan-tulisan di batu nisan terkelupas. Suasana seram semakin terasa saat malam datang menjelang, lampu-lampu yang dulu berpendar di beberapa…
Cerpen : Soto Kerbau oleh Marta Mahardika
Setiap mudik ke rumah orangtua di Kudus dalam rangka liburan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, aku selalu suka makan siang di warung soto kerbau Pak Di yang dibuka di dalam…
Cerpen : Akar Bahar Tiga Warna oleh Lina PW
Ketika menggulung selang di atas perahu, Naspin tak tahu pasti seberapa panjang ia harus mempersiapkan, karena tak kuasa menduga seberapa dalam akan menyelam. Ia mengingat-ingat petualangannya menyelam mencari apapun buat menyambung hidup:…
Cerpen : Mengantar Markus Pulang oleh Tjak S. Parlan
Markus duduk di lantai dan menyandarkan tubuhnya pada dinding kayu. Meski masih lunglai, tapi wajahnya terlihat lebih segar malam itu. Berjarak hanya sedepa di depannya, dua orang sikerei dengan jejeneng bergemerincing di tangannya mengalunkan nyanyian yang…
Cerpen : Serdadu Terakhir oleh Ade Mulyono
”Tembak!” teriak komandan kepada prajuritnya. ”Tembak” bisa dikatakan salah satu kata paling ajaib yang berhasil diciptakan bahasa manusia setelah lema dari langit: ”Kun”. Sebab, hanya dengan modal satu kata itu bentuk kehidupan dapat berubah…
Cerpen : Malaikat Pencabut Nyawa oleh Eko Darmoko
Hanya pelacur yang bisa menyelamatkan nyawa Bella. Ilmu kedokteran belum sanggup menangkal kewajiban malaikat pencabut nyawa yang diperintahkan untuk menumpas hidup Bella. Apa daya, minimnya pengetahuan dan pergaulan, membuat keluarga Bella kepayahan…
Cerpen : Dua Lamaran oleh Mie S
Mala tidak tahu laki-laki mana yang akan menikahinya, karena saat itu ada dua keluarga yang datang, satu keluarga datang untuk melamar dirinya dan satu yang lain datang untuk Wati, sepupu perempuannya. Mereka…
Cerpen : Monstera Hancuriata oleh Elsa Malinda
Bersamaan dengan cicak yang merangkak terbirit-birit dari balik tirai ke belakang lemari, kudengar entakan sandal Ibu yang berlari memasuki rumah lalu pintu ditutup. Alasannya tidak dikunci pasti karena Ibu akan keluar lagi….