Di sebuah taman di dekat pelabuhan Stockholm yang pendiam, akan selalu ada wanita-wanita yang menangis ketika memandang bulan. Bulan yang warnanya keperak-perakan, yang cahayanya jatuh dan membias di lautan, sehingga laut itu…
Cerpen : Histeinalbtraum oleh Triyanto Triwikromo
Apakah Kafka, yang kau kenal sebagai pencerita kisah-kisah muram, pernah melawan Hitler? Apakah pria kelahiran Praha yang adik-adik perempuannya mati sebagai tahanan Nazi di Auschwitz, Polandia, justru menjadi sekutu Sang Führer? Aku…
Cerpen : Ijazah Tembak Acad oleh Nur Husna Anissa
Di tengah kebingungan, Acad menemukan jawaban ke mana arah pembicaraan Mamak selama ini. Berminggu-minggu Acad merasa perintah Mamak bagai misteri. Perintah yang harus dituruti tanpa tahu alasannya. Setelah mendengar percakapan dua orang…
Cerpen : Pesan Orangtua kepada Anaknya oleh Naryati
Nak, Ibu dan Bapak tidak pernah mengenal bangku sekolah. Atau huruf maupun angka. Seumur hidup, kami hanya akrab pada umbi, padi, lumpur, dan ladang. Tangan kami bergelut dengan pacul dan benda kasar….
Cerpen : Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang oleh Silvester Petara Hurit
Jika waktunya tiba, tanamlah walau hujan belum turun. Ketika benih sudah diantar ke tanah, langit dan bumi kawin. Hujan turun. Padi tumbuh dan membiak di atas tanah berbatu sekalipun. Jangan khawatir, bukan…
Cerpen : Kakek Penjual Bir oleh Fahrul Rozi
Pemabuk itu keluar bar tanpa sebotol vodka, berjalan melewati gang dengan mata merah menggenang, dengan tangan bergoyang-goyang. Dia berhenti di bawah sinar lampu petromaks, menyandarkan tubuhnya yang luyu di tembok gang. Kepala…
Cerpen : Ombak yang Mencuri Ingatan oleh Risda Nur Widia
Kau tidak hanya menemukan ombak menderu dengan cara tak beraturan, pondok-pondok kayu, jajaran kapal para nelayan yang diparkirkan setelah seharian melaut, dan batu karang yang pelan-pelan mulai ditindih warna senja. Tetapi—bila cukup…
Cerpen : Made Segara oleh Ketut Sugiartha
Nengah Longod duduk di sisi balai-balai lumbung dengan kedua kaki berjuntai. Di sebelah kanannya ada dua gelas kopi hitam yang masih menguarkan uap. Belum lama gelas itu ditaruh Wayan Lipur, istrinya, yang…
Cerpen : Perihal Cerita Anjing oleh Bagus Sulistio
”Memang daerah sini banyak anjing, Kyai. Jadi Kyai harus hati-hati,” seorang panitia acara maulid nabi memberi tahu kepadanya. Sebenarnya setelah Lihin mengisi pengajian maulid di desa ini, ia akan mengisi pengajian maulid…
Cerpen : Kue Cokelat Bibi Jalima oleh Marliana Kuswanti
Aku mengenal Bibi Jalima sebagai orang yang sehat sekali. Pun kalau cuma sakit seperti flu, ibu tentu tak perlu sampai meneleponku di siang hari. Ibu tahu jam-jam itu aku masih di kantor,…