DI SINI segalanya berubah dari buruk ke makin buruk. Minggu lalu Bibi Jacinta meninggal. Lalu, pada hari Sabtu, setelah kami memakamkannya dan kami merasa tak lagi terlalu sedih, hujan mulai turun. Ayahku murka…
Cerpen : Jawaban Raisa oleh Hikmat Gumelar
ABDUL tersentak. Dan mendadak rona muka dosen mata kuliah cerita pendek ini jadi seperti batu bata dalam lio. Terlebih saat 67 mahasiswa menatapnya. Dan semua tatapan tampak sebagai mata pisau berkilau. Ia jadi…
Cerpen : Di Market Square oleh Rilda A. Oe. Taneko
Satu MATAHARI 25 Celsius jatuh di market square. Ada kakek berdiri di dekat museum. Ia memanggul papan bertuliskan Come, let us return to the Lord dan membagikan lembaran berita kiamat pada orang-orang yang lewat. Seorang pria…
Cerpen : Rashida Chairani oleh A.S. Laksana
IBU memintaku mengingat nama-nama: tiga lelaki dan satu perempuan dan salah satu dari ketiga lelaki itu sudah pasti ayahku. Ia telah mengatakan hal ini sejak aku kanak-kanak dan mengulanginya berkali-kali sepanjang hidupnya seolah…
Cerpen : Aswatama Pulang oleh Gunawan Maryanto
“AKHIRNYA kuda itu datang, Anakku. Menolongku.” Aswatama menghela napasnya. Panjang. Di kejauhan terdengar ringkik kuda dari sebuah padang—seperti sebuah panggilan pulang. Cukup. Kalimat itu sudah menjawab seluruh pertanyaannya. Ia tak memerlukan kelanjutan cerita…
Cerpen : Kapal Perang oleh Yusi Avianto Pareanom
Semarang, 1975-1981 SATU hal yang lebih menjengkelkan Abdullah Yusuf Gambiranom daripada harus membersihkan lantai rumahnya pada sembarang pagi setelah banjir surut adalah pertanyaan tidak perlu dari tetangga-tetangganya tentang suatu perkara yang sudah terang-benderang…
Cerpen : Muslihat Membunuh Panglima Langit oleh Triyanto Triwikromo
TAK ada yang memperhatikan dua perempuan yang tengah mempercakapkan rencana pembunuhan di Dante Coffee yang sunyi itu. Musik mengalun pelan dan bisik-bisik mereka nyaris tak terdengar. “Aku meminta tolong kamu membunuh Panglima Langit…
Cerpen : Kisah Seorang Pandai oleh Bertolt Brecht
ALKISAH, hiduplah seorang anak lelaki yang pandai. Sangai pandai. Bahkan luar biasa pandai. Karena kepandaiannya ia dapat mendengar tanaman yang sedang tumbuh di kesunyian malam, dan bahkan kadal yang sedang batuk sekalipun….
Cerpen : Selembar Daun oleh A Muttaqin
DAUN ini, entah daun apa—bentuknya bergerigi dan gerigi itu masih seperti beranak-pinak lagi, seperti kombinasi daun sakun, pepaya dan daun ganja—yang entah jatuh dari ranting mana, memintaku jadi pohon. Suatu sore, di jalan…
Cerpen : Teman Kami oleh Dias Novita Wuri
“NAH lihatlah, Teman, kami sudah memenuhi permintaan-permintaanmu. Kami datang saat kau panggil, dan kami sudah membantu membuatmu kaya tanpa kau harus bekerja apa-apa seumur hidupmu. Kau sudah punya sebuah mobil yang nilainya hampir…