BEGINI, Saudara, kuceritakan semuanya secara berurut saja. Betul, ini tentang lelaki yang kini menggegerkan kampung kita itu. Maaf kalau cerita ini membuat tidak enak Saudara yang kebetulan kerabat, kawan kental, atau kolega…
Cerpen : Gerimis di Kuta oleh Wendoko
IA duduk di teras kafe itu. Sudah lewat setengah sepuluh malam. Hujan baru saja reda. Dari tepi kanopi hijau-lumut di atasnya, ia melihat sisa hujan mengucur, seperti tirai air. Teras kafe itu agak…
Cerpen : Senja oleh Wladyslaw Reymont
SOKOL terbaring sekarat. Dia telah terkapar seperti ini cukup lama. Dia jatuh sakit dan kini disingkirkan seperti bangkai tak berguna. Orang-orang baik itu mengatakan bahwa membunuh dia adalah perbuatan yang salah walaupun kulitnya…
Cerpen : Wajah Cinta Pertama oleh Amalia Achmad
CINTA pertama begitu samar-samar baginya. Dia duduk dengan buku sketsa bersampul warna hitam di pangkuan. Buku itu terbuka menunjukkan kertas kosong. Tangan kanannya memegang sebatang pensil yang cermat diraut hingga tebal goresan grafit…
Cerpen : Seorang Lelaki dan Sebuah Cermin oleh Ardy Kresna Crenata
IA tak habis pikir bagaimana bisa cermin itu terpasang utuh di dinding kamarnya, padahal ia baru saja memecahkannya beberapa jam sebelumnya. Ia ingat, pecahan-pecahan cermin itu berserakan di lantai kamarnya, membuatnya menyesali apa…
Cerpen : Selamat Ulang Tahun, Bulan yang Menggantung di Langit oleh Clara Ng
PESAWAT dari Singapura mendarat pada jam dua siang di landasan pacu bandara Soekarno-Hatta. Suara salah satu kru kabin menggema, memberikan laporan penutup tentang kondisi cuaca Jakarta dan mengingatkan penumpang agar tidak menyalakan telepon…
Cerpen : “Nyctophilia” oleh Bernard Batubara
AKU kira Levin Limark tak akan lagi bertemu dengan Josephine, perempuan bermata kucing itu, ketika pada suatu malam beberapa bulan yang lalu aku melihat mata malaikatnya menembus mataku di kedalaman dan menyentuh kalbuku….
Cerpen : Rembulan oleh Zaim Rofiqi
SISUINEJ jatuh hati, jatuh cinta pada putri tiriku: Rembulan. Dan aku tahu, cintanya tak bertepuk sebelah tangan: Rembulan juga mencintainya. Dalam usia yang telah setua diriku, aku tahu, tak ada sesuatu yang kebetulan…
Cerpen : Bersin oleh Raudal Tanjung Banua
DI tengah suasana hening dan tenang, mungkin dengan kekhidmatan atau bahkan ketegangan, sebuah bersin niscaya bisa jadi pemantik yang membalik keadaan. Ia bisa mengubah hidung menjadi meriam yang menyalak tiba-tiba di tubir benteng…
Cerpen : Lelaki Kartu Pos oleh Anggun Prameswari
AKU tidak ingat pasti kapan aku berkenalan dengannya. Mungkin setahun lalu, atau enam bulan silam, entahlah. Waktu terkadang sering memanjang dan memendek tanpa permisi. Saat itu aku hanya duduk menikmati sandwich di sebuah bangku panjang….