Setiap pagi, bila langit sedang bahagia, kalangkang gunung menyerung kota kecil itu. Warnanya lebih tua dari langit, meski sama-sama biru. Saat matahari menggeliat, raut pegunungan ikut merona. Lekuk-lekuk ngarai ditutup rerimbun hijau…
Cerpen : Tukang Jahit oleh Agus Noor
Tukang jahit itu selalu muncul setiap kali menjelang Lebaran. Seolah muncul begitu saja ke kota ini. Kata orang, ia tak hanya bisa menjahit pakaian. Ia juga bisa menjahit kebahagiaan. Tukang jahit itu…
Cerpen : Candik Ala oleh GM Sudarta
Setelah matahari tengah hari tergelincir, langit berangsur berubah berwarna kuning. Sinar menyilaukan berpendar-pendar membiaskan kabut kuning menerpa seisi alam. Cuaca seperti inilah yang oleh ibu disebut sore “candik ala”. Suatu sore yang…
Cerpen : Lak-uk Kam oleh Gus tf Sakai
Dalam remang, dari jendela yang daunnya disentak diempas-empaskan badai, ia lihat semua: ombak yang menjulang, laut yang seakan terangkat—menganga bagai rahang, bergemulung menelan pantai. Suaranya gemuruh. Bergederam. Jadi inilah “lak-uk kam”, badai…
Cerpen : Penafsir Kebahagiaan oleh Eka Kurniawan
Pikirnya anak-anak itu menjual jatah mereka kepada seorang lelaki setengah baya yang memperkenalkan dirinya bernama Markum. Lelaki itu muncul begitu saja di satu sore, masuk serta duduk di sofa sambil menenteng koper…
Cerpen : Marni! Oh, Marni! oleh Palti R Tamba
Sebuah truk berhenti jauh di depan sana. Truk dengan atap terpal. Semula Nawar, mengira truk itu hendak berhenti di halte, karena itu ia terjaga. Ia mencurigai cara perhentian kendaraan itu. Maka ia…
Cerpen : Dua Tanjung oleh Farizal Sikumbang
Ini bulan yang kesepuluh itu, Puti. Maka kini kau kutunggu di Sungai Batang Kuranji. Seperti janji kita. Kita akan bertemu di sini, bukan? Sambil menunggumu, aku mencelupkan jari-jari kakiku ke dalam sungai…
Cerpen : Ibu Tahu Rahasiaku oleh Puthut EA
Ketika aku turun dari angkutan, orang-orang yang mengantar jenazah Bido baru saja pulang dari kuburan. Sepintas aku melihat, di depan warung kopi Bido, masih ada tenda kecil dan jajaran kursi, juga ceceran…
Cerpen : Bersama Kupu-kupu, Nuke Terbang oleh Ratna Indraswari Ibrahim
Apa pun jenis kupu-kupu, siklus kehidupannya seperti ini: telur, ulat, kepompong dan akhirnya bermetamorfosa, menjadi kupu-kupu! Meski banyak orang jijik melihat ulat, tapi mereka menyukai kupu-kupu. Nuke ingin mendirikan home stay, setelah…
Cerpen : Bigau oleh Damhuri Muhammad
Semenjak usianya genap 80 tahun, orang-orang Kampung Lekung berkeyakinan, ajal Kurai sudah dekat. Melihat tubuh ringkihnya terkulai letai di atas dipan usang tanpa selimut, barangkali tak akan habis baju sehelai, ia sudah…