iung Samudra berdiri di depan cermin kamar mandi. Ia menyikat gigi dengan gerakan mekanis. Sering kali heran menyusup dalam benaknya. Pasalnya ia tidak melihat wajahnya sendiri, hanya mengenali bentuknya. Sejak kecil, ia…
Cerpen : Nyanyian Arwah di Hutan Rimba oleh Safardy Bora
angit Kalimantan menghampar biru, menyulam sinar mentari ke dalam serat dedaunan. Hutan-hutan raksasa mendengungkan desah angin yang menyusup di sela pepohonan. Aroma getah damar merambat di udara, bercampur anyir sungai yang mengalir…
Cerpen : Lebih Sunyi dari Gemerisik Daun Padi oleh Miranda Seftiana
eumur hidup yang belumlah seberapa panjang, yang ia cari adalah tenang. Namun, ia juga sepenuh paham, nasi yang telah tanak takkan serta-merta dapat berubah kembali menjadi padi di pematang. Gelisah yang menggelandangnya…
Cerpen : Di Balik Lamin oleh Ratna Puja Ningrum
RAYA tidak pernah menyangka dirinya akan dikirim sejauh ini. Awalnya, ia hanya seorang arsitek muda yang bekerja di sebuah perusahaan restorasi bangunan bersejarah di Jakarta. Namun, ketika perusahaan mendapat proyek untuk merestorasi…
Cerpen : Lebih Sunyi dari Gemerisik Daun Padi oleh Miranda Seftiana
SEUMUR hidup yang belumlah seberapa panjang, yang ia cari adalah tenang. Namun, ia juga sepenuh paham, nasi yang telah tanak takkan serta-merta dapat berubah kembali menjadi padi di pematang. Gelisah yang menggelandangnya…
Cerpen : Tembok Tanian Lanjheng oleh Sigit Candra Lesmana
SEGARIS tembok pemutus tali silaturahmi itu berdiri menjulang di tengah-tengah pemukiman. Membagi Tanian Lanjheng menjadi dua bagian – selatan dan utara langgar. Berdirinya tembok batako berwarna kusam itu merusak suasana Tanian Lanjheng…
Cerpen : Akhir Cerita yang Tak Diharapkan oleh Bamby Cahyadi
PAGI ini tak dapat dihindari lagi peperangan tengah menuju ke arah Jakarta. Di mana-mana terlihat kesibukan di kalangan militer untuk mempersiapkan diri mempertahankan Jakarta setelah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung dan kota-kota…
Cerpen : Cantrang oleh Ahmadun Yosi Herfanda
HUJAN dan angin benar-benar marah. Perahu kami diayun makin keras, seperti dibanting-banting, serasa mau pecah. Seisi perahu merasa keder, khawatir ombak besar membalik perahu bermesin diesel 24 PK itu. “Kita berlindung dulu…
Cerpen : Saat Negara Bangkrut dan Antrean di ATM Mengular oleh Satmoko Budi Santoso
TIBA saatnya negaraku mengumumkan dirinya dalam situasi bangkrut. Sekaligus secara terbuka mengumumkan sebagai negara gagal. Ternyata di luar dugaan seluruh warga negara telah siap. Tidak ada kepanikan sama sekali. Hanya saja, situasi…
Cerpen : Sore Ketika Angin Laut Utara Memanggil oleh Annisa Moezha
Muzayyin adalah satu dari sedikit pemuda yang tersisa di kampung pesisir ini. Ia dikenal dengan suara azannya yang merdu serta kepiawaiannya dalam melantunkan puji-pujian yang menggema dari menara masjid. Ia bukan sekadar…