Pada hari yang tak disangka-sangka, Diman, seorang pemuda berperawakan kurus tinggi dengan dua gigi seri atas yang menonjol, mendatangi Kiai Makdum. Dengan suaranya yang sengau, Diman mengeluh kepada sang Kiai. Betapa Tuhan…
Cerpen : Mantra Kaya oleh Ranang Aji SP
AWALNYA dia punya harapan tinggi. Lalu runtuh. Petunjuk orang tua itu rasanya terlalu mengada-ada. Dalam empat puluh hari, orang tua itu menjelaskan, dia harus membaca mantra sepuluh ribu kali setiap malam. Selama…
Cerpen : Wanita yang Menjahit Wajahnya Sendiri oleh Cinta Maulida Azbi
YANG mereka tahu, dia hanyalah seorang wanita yang cinta menjahit. Dia bisa menghabiskan waktu dari pagi hingga ke pagi lagi hanya untuk menjahit. Tak lelap tidur bila sehari tak menjahit. Tak lapang…
Cerpen : Mengapa Bumi Mengelilingi Matahari oleh Aveus Har
Dia telah mengepak semua barang-barang yang hendak dibawanya. Ada dua tas jinjing besar dan satu ransel, semuanya tampak gemuk. Sepertinya hampir semua barang yang dimilikinya telah masuk. Yang tersisa barangkali hanya kenangan:…
Cerpen : Keris Gajahendra oleh Dimas Indiana Senja
Bagaimana mungkin kota sebesar ini menjamas keris replika setiap perayaan hari ulang tahun? Bagaimana mungkin kota yang sarat dengan sejarah ini kehilangan pusaka kebesaran? Bagaimana mungkin semua orang di kota ini hanya…
Cerpen : Jala di Atas Pintu oleh Puspa Seruni
MAK Ina mengamuk. Dia menghancurkan benda-benda di sekitarnya; keranjang bambu, bangku kayu, para-para, tetapi tak sampai menghancurkan sampan peninggalan suaminya. Debur gelombang yang menjilati pantai tak ada apa-apanya dibandingkan debur di dalam…
Cerpen : Penari Lembah Kupu-kupu oleh S Prasetyo Utomo
LEMBAH Kupu-kupu dicapai Azqila dengan perjalanan perahu menjelang langit gelap. Ia mengikuti Anka, kekasihnya, seorang pemandu wisata, mengantarkan lima pasang turis Yunani, menaiki perahu dari pantai Oludeniz. Lima pasang turis itu mencari…
Cerpen : Mayat Itu Cantik Sekali oleh Ede Tea
MAYAT itu cantik sekali. Tubuhnya serupa bunga Calla Lily. Putih bersih dengan leher panjang serupa angsa. Bibirnya ranum dengan alis yang simetris. Entah apa penyebab kematinnya. Ia telentang begitu saja di bawah…
Cerpen : Ciu dan Durian Tembaga oleh Widjaya Harahap
Tanak sudah rindu didendam, masak sudah sesal diperam. Lelaki paruh baya itu menyesali nasihat yang pernah ia berikan kepada anak sulungnya. Kalau tahu bakal begini jadinya…, gumamnya dalam hati. Berulang kali. Tiga bulan terakhir…
Cerpen : Pegadaian Perempuan oleh Dody Widianto
DARI semua perempuan yang mencoba ingin singgah di teras hatinya ketika itu, Rhien, hanya dia satu-satunya perempuan yang bisa membuat hatinya luluh. Perilakunya santun dan anggun. Sorot matanya teduh bak rimbun dedaunan…