Minda dan suaminya boleh dibilang tinggal serumah dengan anak dan menantunya. Putit, demikian menantunya dipanggil sehari-hari. Entah bagaimana dia dipanggil seperti itu, karena namanya di KTP Budi Saputra. Kenapa bukan Budi? Entahlah….
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Reptilia Berjenggot oleh Husnun Nadhifah
Ruang berukuran 3×4 itu disinari temaram cahaya dari jendela kamar yang terbuka. Rimbun dedaunan pohon sirsak menutupi sinar mentari yang menerangi kamar dan membuat suasana tampak sendu. Senada dengan suasana di dalam…
Cerpen : Gading Om Jenderal oleh Gesit Ariyanto
Bosan dan jenuh sangat, rutinitas robotik di meja komputer membawa Jacky melarikan diri ke pasar riuh itu. Melangkah di lorong-lorong sempit yang mulai ramai, ia serasa menemukan oase, berjarak dari diskusi kantor…
Cerpen : Kisah Sepasang Mata oleh Indrian Koto
Baiklah, baik! Aku akan bercerita padamu. Kali ini bukan tentang Khima, gadis yang ditemukan mati tergeletak kaku di tepi telaga dengan leher koyak*. Ya, aku tahu kau begitu menyukai kisah itu. Tetapi…
Cerpen : Seekor Anjing yang Kunamai Namamu oleh Hendri
Kemarin, tak lama setelah kepergianmu, anjing kampung itu beranak di halaman belakang. Cuma satu ekor. Bulu putihnya berlumuran darah dan cairan lain yang—aku tak yakin—sepertinya itu ketuban. Baunya amis. Harus aku apakan?…
Cerpen : Kisah Sedih Kota Pati oleh Ita Siregar
Pati adalah kota kecil yang indah. Udara bersih dan di mana-mana bebas sampah. Warga menata sayur dan buah-buahan di pasar mereka dengan estetik. Rumah-rumah dan pagar cemerlang seperti sedang bulan Agustus. Kota…
Cerpen : Kurma dan Klepon oleh Manggar Maula Mahabana
Nama lengkapnya Kurmawati Ayune Neni, tapi nama panggilannya Kurma. Sama sekali dia bukan keturunan Arab atau Timur Tengah. Dia keturunan Jawa, karena ayah ibunya dan kakek neneknya hingga sekian generasi sebelumnya memang…
Cerpen : Purnami oleh Ketut Sugiartha
Purnami masih duduk bergeming di teras rumah. Pikirannya berangsur jernih. Pipinya mulai kering, tak lagi dibanjiri air mata. Malam kian larut. Suara gonggongan anjing di kejauhan sesekali memecah keheningan. Juga suara jangkrik…
Cerpen : Pulung Sekar Dadung oleh Dody Widianto
Bapak sering bercerita padaku tentang bulatan cahaya berwarna merah sekepalan tangan yang melayang di udara dengan membawa pesan kematian. Layaknya kunang-kunang yang besar, ia akan hinggap di atap rumah warga di mana…
Cerpen : Monyet Pemetik Teh oleh Asri Nur Aini
Setiap kesan dari pemandangan Gunung Wuyi di musim panas adalah dambaan seluruh makhluk. Langit jernih, angin sepoi, ricik nyanyi sungai seolah menggelar restu untuk semua satwa menari. Di tebing Wuyi tertanam teh…