Di sebuah balkon dari salah satu gedung tinggi, sesosok lelaki bintang film dewasa sedang merokok dan mabuk berat ketika mendapati dari atas langit tampak benda bulat gelap membesar dan membesar dan mendekat…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Pos Kambing Ti-Ji Ti-Beh oleh Akhmad Sekhu
Lebaran Haji sebentar lagi. Banyak orang yang menjadi juragan kambing dadakan. Terutama di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, yang banyak orang sontak menjadi aktif sekali mencari kambing kesana-kemari untuk dibeli dan kemudian akan…
Cerpen : Pertemuan Setelah Revolusi Choi Kyu oleh Risda Nur Widia
Percakapan ini terjadi ketika Kang bertemu tidak sengaja dengan Kim. Kang adalah pria berumur 55 tahun, dan masih tetap hidup seorang diri dengan seluruh kenangannya. Sementara Kim merupakan wanita cerdas berumur sama…
Cerpen : Batu di Pinggang Mak Ru oleh Damhuri Muhammad
Siapa pun laki-laki yang beranjak balig dan sudah malu pakai celana pendek, pasti akan berurusan dengannya. Ia akan mengukur lingkar pinggang, sela pisak, dan lingkar betis. Lalu mencatat angka-angka di buku mini…
Cerpen : Kejadian-kejadian dari Loteng Lantai 25 oleh Seto Permada
Aku tinggal loteng apartemen lantai 25, sendirian, dan hanya ditemani makanan terbatas. Di kota ini, apartemen lantai 25 tak terhitung jumlahnya, bergerombol–yang lebih tinggi lagi banyak. Jalanan yang membelah seperti anak ular…
Cerpen : Air Mata yang Sangat Tua oleh Mashdar Zainal
Apa yang tersisa dari masa muda? Tak banyak, yang paling nyata adalah seonggok tubuh tua yang kehilangan pesona. Tak ada sisa kecantikan yang bisa dipungut. Kulit yang begitu kusam dan berkerut, sehingga…
Cerpen : Itu yang Didengar Buyung oleh Mardi Luhung
Hanya dalam hitungan detik, buyar semua yang ada di pikiran Buyung. Warga yang ada di balai kampung menatap tajam. Dan kembali si ketua rapat berkata: ”Buyung, Anda terpilih jadi ketua kampung.” Kembali…
Cerpen : Air Kendi oleh Marta Mahardika
Istriku sangat fanatik mendukung Presiden yang gemar bikin pencitraan populis. Di matanya, Presiden betul-betul merakyat dan karena itu layak dijadikan teladan. Misalnya, ketika Presiden menggelar pesta pernikahan putra sulungnya, menu murahan sate…
Cerpen : Sang Penyair oleh Julius Anju
”Rembulan, rembulan maha indah, kumohon kembalikan kekasihku. Kumohon kembalikan cahayaku. Kumohon kembalikan malamku.” Sang penyair menggerak-gerakkan tangannya, wajah menengadah–memelas. Ia selalu tampil di tengah bundaran kota saat malam tiba, membacakan puisi. ”Lihat…
Cerpen : Pataka Bertabur Bintang oleh Sori Siregar
Ketika ia memasuki ruang kuliah, serentak mahasiswa yang berada di ruang itu berdiri sambil meletakkan telapak tangan kanan mereka di dada sebelah kiri. Kemudian salah seorang di antara mereka bernyanyi. Gertrude terkejut….