Malam yang gerah, rembulan yang gelisah, keduanya menemani seorang lelaki tua yang matanya basah. Frank tua sedang membaca tulisan tangan yang berbaris tak rapi pada dinding tahanan yang pengap dan berbau tak…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Di Ruang Tamu, Hanya Aku dan Van Houtten oleh Benny Arnas
Meskipun pernah sangat menyayangimu sebelum merelakanmu membina rumah tangga dengan supermodel asing yang sedang naik daun waktu itu, aku bukanlah gadis susah ”move on”. Tetapi, teleponmu dari ruang tunggu Charles de Gaulle…
Cerpen : Syal Merah Jambu oleh Faiz Adittian
Ia begitu bahagia melihat bunga mawar miliknya mulai bermekaran. Seminggu yang lalu, ia sengaja menanam puluhan bunga mawar di dekat pagar. Alasan terbesar yang ia pilih, lantaran pagar rumahnya tidak tinggi, bagus…
Cerpen : Penyesalan oleh Daisy Rahmi
Rinai hujan melayang turun berupa garis-garis tipis. Mendung. Awan kelabu menggantung di langit. Pemakaman baru saja usai. Para pelayat beranjak pergi. Aku bergeming, mata tertuju ke gundukan tanah merah. Kelopak-kelopak bunga yang…
Cerpen : Di Depan Sebuah Toko oleh Yetti A.KA
Aku sampai di toko miliknya. Dia memajang mug-mug ramping—sampai aku berpikir benarkah itu sebuah mug? Piring mini. Cangkir-cangkir kecil. Vas bunga berbentuk botol. Seluruhnya bernuansa monokrom, terpajang di bagian depan tokonya, dalam…
Cerpen : Penulis Linglung oleh Darmawati Majid
Saan membenturkan kepalanya ke meja tepat pada saat api mulai membakar sebuah sedan mewah di tepi jalan di daerah pinggiran kota Jakarta. Sudah berbulan-bulan ia tidak menghasilkan tulisan. Padahal waktu terhampar luas…
Cerpen : Seorang Ibu yang Menunggu oleh Muhammad Syukry
Ia adalah saudara kandung satu-satunya ibuku. Bernama Muslimah, tapi sejak kecil aku sudah terbiasa memanggilnya Wo Limah. Usianya kini sudah lebih dari enam puluh tujuh tahun—jika aku tak salah menghitung. Namun, selain…
Cerpen : Men Tinggal oleh Oka Rusnmini
Cening putri ayu Ngijeng cening jumah Mèmè luas malu ka peken mablanja Apang ada darang nasi Mèmè tiang ngiring nongos ngijeng jumah Sambilang mapunpun ajak titiang dadua Dimulihnè dong gapgapin Aku sangat…
Cerpen : Dendam, Tongkat, dan Pesan Guru oleh A Warits Rovi
Dari balik jendela kamar kos, aku memandangi kekar dahan rambutan bersanggul daun lebat. Jam dinding kusam yang kaca penutupnya sudah pecah menunjukkan pukul 08.23 pagi. Berdetak keras di samping sebatang tongkat yang…
Cerpen : Tahi Ayam oleh Sam Edy Yuswanto
Warsih menatap dengan perasaan kesal ke arah tahi-tahi ayam yang berceceran di lantai keramik putih teras rumahnya. Tahi-tahi ayam yang baunya cukup menyengat itu berasal dari ayam-ayamnya Bu Broto, tetangga samping kiri,…