Hal yang paling kutakuti ialah sakit. Berulang-ulang istriku menganjurkan supaya aku memeriksakan diri ke dokter. Rasa sehat bukan berarti tidak sakit, katanya. Nah, justru itulah yang kukatakan kataku, kalau-kalau dokter mengetahui penyakitku….
Cerpen : Kirimi Aku Makanan oleh GM Sudarta
Aku lupa, kapan aku kenal temanku yang satu ini. Namanya Roni. Dengan tiba-tiba aku sangat akrab dengannya. Semula pada suatu sore dia datang, tanpa mengenalkan diri, dia mengucapkan salam dengan menyebut nama…
Cerpen : Kalau Lelaki Itu Pulang… oleh Adek Alwi
Jika lelaki itu pulang ke kota kami, tidak akan dilihatnya lagi kakak duduk termenung di muka jendela, memandang gunung ataupun kejauhan tiada batas. Paman Jafar telah membawa kakak ke Pakanbaru bulan lalu…
Cerpen : Cik Giok oleh Reda Gaudiamo
Jangan lupa kirim tiket buat Cik Giok biar bisa ke Jakarta, lalu di pelabuhan. Jangan lupa baju buat Cik Giok. Di rapat persiapan perkawinanku, mengapa Pa justru sibuk mengurusi Cik Giok? Mengapa…
Cerpen : Gelombang yang Berlabuh oleh Hamsad Rangkuti
Lempeng tektonik adalah batuan pegunungan yang padat, besar, dan kaku melakukan proses pembentukan corak topografi yang besar di muka Bumi. Bumi yang tampak padat ini sebenarnya terdiri dari beberapa lempeng tektonik membalut…
Cerpen : Perjumpaan Perempuan oleh Akhlis Suryapati
Taksi berhenti. Rita menyerahkan ongkos, membuka pintu, beranjak turun. Ayu mengikutinya. Kedua perempuan itu berjalan mendekati sebuah rumah yang cukup mentereng. Sudah tidak nampak tanda-tanda dukacita, setelah dua minggu lalu kepala keluarga…
Cerpen : Balada Cinta Ferdi dan Firda oleh Jujur Prananto
Di ketinggian kamar di lantai delapan hotel berbintang lima, Firda menyibak vitrage, memandang ke luar jendela kaca yang sebagian permukaan luarnya berembun. Nampak di bawah sana lidah-lidah air laut menghantam garis pantai,…
Cerpen : Bang Acung Tidak Bunuh Diri, Yah oleh Aba Mardjani
Tiga kali Ny Laila tak sadarkan diri. Yang pertama pukul sembilan pagi ketika ia mendapat kabar Mansur, anaknya, meninggal dunia. Dunia tiba-tiba terasa jadi begitu gelap. Tak pernah terbayangkan anak keduanya akan…
Cerpen : Pisau oleh Yusrizal KW
Rumah baru kami menghadap ke timur. Ketika pintu dibuka, setelah melewati pekarangan kecil dan teras, cahaya matahari masih bisa menjalar ke lantai dalam rumah. Suatu sore, seorang tak dikenal mendatangi saya. Tubuhnya…
Cerpen : Surat Undangan oleh Putu Oka Sukanta
Sekitar jam empat sore mereka mengetuk pintu. Istriku yang menyambutnya. Suara seorang laki-laki aku dengar menanyakan apakah aku ada di rumah. Kudengar juga suara istriku mengatakan, ya aku ada di rumah. Dan…