Aku seperti kupu-kupu di ruang ini. Kupu-kupu dengan sayap yang butut dan rapuh. Kupu-kupu yang kadang kala berlagak bisa terbang jauh. Seekor kupu-kupu yang berharap bisa mendekati fakta tetapi malah terperangkap di…
Cerpen : Rokok Mbah Gimun oleh F Rahardi
Ke mana-mana Mbah Gimun selalu tampak dengan rokok lintingan, yang terus menempel di antara dua bibirnya yang tebal dan hitam. Rokok itu sangat besar dan hanya terbuat dari tembakau kasar dengan kertas…
Cerpen : Anak-anak Peluru oleh Damhuri Muhammad
(1) Anakku, Mengharapkan kepulanganmu sama saja dengan mengharap abu dari tungku-tungku pembakaran yang tak pernah menyala! Tapi, entah kenapa masih saja ibu bersetia menyia-nyiakan waktu menunggumu. Masih saja sesak dada ibu karena…
Cerpen : Kematian Gumortap (Ombak dan Belati Tanpa Sarung) oleh Arie MP Tamba
Sembilan belas hari sebelum kematian Gumortap. ”Tangkap!” teriak seorang kenek kapal Makmur yang melemparkan tali kapal ke arah orang-orang yang berkerumum di tepi pelabuhan Onansait. Langit pagi sebagian masih memerah. Angin bertiup…
Cerpen : Anjing yang Masuk Surga oleh M Dawam Rahardjo
Usamah adalah seorang keturunan Arab Pakalongan, tapi kawin dengan seorang keturunan Arab juga asal Solo. Karena itu ia bergaul dengan teman-temannya, dari kampung Pasar Kliwon, daerah permukiman keturunan Arab di Solo. Ia…
Cerpen : Mata Sultani oleh Adek Alwi
Sudah hampir empat puluh tahun mata Sultani menatapku. Tempo-tempo mata kawan masa kecil itu memang tak tampak, seolah sudah bosan lalu raib entah ke mana, namun kemudian muncul lagi dan kembali menatap….
Cerpen : Nistagmus oleh Danarto
Subuh itu saya dikejutkan oleh suara-suara orang ramai di pekarangan. Istri saya memberi tahu, banyak sekali orang berkerumun di halaman depan rumah dan di jalanan. Istri saya belum menemui mereka. Anak-anak yang…
Cerpen : Jejak yang Kekal oleh Gus tf Sakai
Sepatu itu, dengan cara begitu rupa, menginjak seekor trilobite, tertahan dalam bongkah batu. Betapa kekal, pikirmu. Di suatu waktu di zaman lain, seperti yang selalu kami yakin, bongkah itu akhirnya pecah. Dan…
Cerpen : Lumpur Kuala Lumpur oleh Triyanto Triwikromo
Siapa pun boleh menari, untukmu Gusti. Tapi tak seorang pun boleh menceritakan gerimis-Mu yang menghanyutkan kisah-kisah orang-orang yang teraniaya di penjara-penjara penuh kalajengking dan lipan itu. Maka, dengarkanlah ceritaku, Gusti. Dengarkanlah lengking…
Cerpen : Sarma oleh Soeprijadi Tomodihardjo
Setiap kali aku ketemu istrinya, selalu aku merasa dosa. Setiap kali merasa dosa, selalu aku sangat menyesal. Segala hal yang menyangkut pekerjaan, pindah rumah, lalu utang bank yang tak terlunasi olehnya, semua…