”Apa Mama meninggalkan pesan?” Diana menggeleng. ”Tidak. Mama sudah tak sadar waktu dibawa ke rumah sakit.” Tiana terdiam. Tatapan matanya menerawang. Tangannya meremas sapu tangan yang sejak tadi digenggam. Kedua gadis kembar…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Aku dan Seekor Anjing Menjatuhkan Orde Baru oleh Dadang Ari Murtono
Untuk ulang tahunku yang ke-30, kawan-kawan membeli sepuluh botol arak beras merk Guci yang keras luar biasa. “Untuk dirimu sendiri,” kata mereka, “Kau boleh mengambil dua botol. Sisanya kami minum bersama.” Mereka…
Cerpen : Kota Kehilangan oleh Radja Sinaga
Jika kau sedang merasa kehilangan dan tak menemukan tempat yang bisa membuatmu pulih atau kau merasa kebahagiaan adalah kebohongan paling nyata dibandingkan ucapan-ucapan politikus, maka bacalah cerita ini. Bila kau merasa kehilangan,…
Cerpen : Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku oleh Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku
Di mata orang, aku hanyalah seorang perawan tua yang kurang kerjaan. Selepas subuh, aku sudah rapi jali dengan sebuah buku dan secangkir teh tubruk tanpa gula. Menekuri huruf demi huruf dari sebuah…
Cerpen : Rahasia Kue Lebaran Mina oleh Aliurridha
Lebaran bagi Mina adalah membuat berbagai jenis kue kering yang kemudian ia bagikan kepada anak dan cucunya. Ia mengerjakannya siang dan malam, kadang dari pagi sampai tengah malam, demi bisa selesai sebelum…
Cerpen : Sayap Elang dan Secangkir Teh ”Chamomile” oleh Triana Rahayu
Asap halus mengepul dari mulut teko kaca berukuran mini. Benda yang diletakkan tepat di bagian tengah sebuah meja kayu dengan cat yang mulai memudar di beberapa sisi. Sementara, dua buah cangkir berbeda…
Cerpen : Tiga Fragmen Kucing oleh Risen Dhawuh Abdullah
1/ Dengan sekuat tenaga, kedua tanganku memegang empat kaki kucing yang ada di hadapanku, hingga ia tergeletak di ubin. Satu tangan menguasai dua kaki. Kucing itu berupaya melepaskan diri dari cengkeramanku, sembari…
Cerpen : Dongeng Tanah Rantau oleh Ratna Nisrina
Kupandangi kamar berukuran kecil ini. Bau pengap terasa menggelitik di hidung. Hanya secuil jendela tampak menghias di sudut kamar. Kecil, hingga cahaya pun enggan masuk menyapa. Aku pun terduduk penuh tanya. Mungkin…
Cerpen : Wabah oleh Philip Jehadom
Dalam perjalanan, Anapati Sutardi beberapa kali membatin ketakutan. Rasanya ada semacam angin menyelinap tanpa permisi dalam pori-porinnya. Terdengar di gendang telinganya ketika lelaki bermata coklat itu pelan-pelan melangkah menuju kedai kopi seperti…
Cerpen : Doa Burung-burung oleh Nur Hadi
Jika kalian pernah lewat ke dusun yang sekarang terkenal dengan sebutan Ringinjajar, kalian mungkin pernah mendengar cerita indah ini. Cerita yang bisa saja kalian dengar dari burung-burung yang bercuit kala pagi hari…