Ia bangun dan bertanya pada diri sendiri mengapa tangan dan kausnya berlumur darah. Sebagian sudah mengering dan membuat kaus putihnya kaku. Darah siapa ini?. Sebagian bercak darah mengenai selimut dan seprai. Ia…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Kisah Wanita-Wanita Tanpa Nama oleh Mie S
Kutatap halaman aplikasi curhatĀ onlineĀ itu dengan mata basah. Haru bercampur sakit, menciptakan derai yang kian mengalir deras. Haru membaca kisah-kisah pernikahan mereka yang terkesan sangat bahagia. Walau entah siapa, tanpa tertera nama, namun…
Cerpen : Kiai Makdum Datang Memburu Tuhan oleh A. Rantojanti
Pada hari yang tak disangka-sangka, Diman, seorang pemuda berperawakan kurus tinggi dengan dua gigi seri atas yang menonjol, mendatangi Kiai Makdum. Dengan suaranya yang sengau, Diman mengeluh kepada sang Kiai. Betapa Tuhan…
Cerpen : Mengapa Bumi Mengelilingi Matahari oleh Aveus Har
Dia telah mengepak semua barang-barang yang hendak dibawanya. Ada dua tas jinjing besar dan satu ransel, semuanya tampak gemuk. Sepertinya hampir semua barang yang dimilikinya telah masuk. Yang tersisa barangkali hanya kenangan:…
Cerpen : Bocah di Jembatan Sungai Ular oleh Abul Muamar
Sebuah mobil SUV hitam berjalan lambat. Kacanya ditutup rapat-rapat. Pengemudi di dalamnya tak menghiraukan bocah yang mengikutinya dengan setengah berlari, dan tetap menginjak pedas gas mobilnya dengan pelan seraya menghindari lubang di…
Cerpen : Ramalan oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kematian Mat Sumbing memang sudah diramalkan sebelumnya oleh Ali Sudiyono. Lelaki berusia tiga puluh lima tahun itu meramalkan, jika kematian Mat Sumbing terjadi akibat terseret arus sungai yang deras di musim hujan,…
Cerpen : Tarian Kelelawar Biru oleh Risda Nur Widia
/1/ Tangisan Sebutir Peluru Semua orang di Rafah, wilayah sekitar Gaza, mengenal baik Abu Hasaant. Ia orang baik, tapi sering berpikiran tak masuk akal setelah putrinya, Ammal, terkena peluru nyasar seorang Tzahal…
Cerpen : Lelah Digantung oleh Lia Laeli Muniroh
Sedikit pun kau tak memedulikan peluh yang membintik di wajahmu. Sepeda kumbang yang kau kayuh terpaksa kau hentikan saat mendekati jembatan. Kau khawatir terjerumus pada kayu-kayu yang mulai tak utuh. Kedua tanganmu…
Cerpen : Musibat Hemat oleh Gandi Sugandi
Herman berdiri hanya berhanduk di depan bak mandi. Tubuhnya sudah bersih diguyur air dan gosokan dari sabun yang sudah kecil. Rambutnya masih basah, sudah bersampo. Saat hendak menggosok gigi, pasta gigi dalam…
Cerpen : Permen oleh Puspa Seruni
Ada lima permen kujajarkan di atas meja, dua permen rasa cherry, satu permen rasa mint, satu rasa anggur, dan satu lagi rasa jahe. Di sebelahnya masih ada tiga permen pelega tenggorokan yang…