TAMU-TAMU mulai berdatangan, calon istriku masih belum sampai di gedung resepsi. Jadwal acara yang kami tuliskan di undangan pernikahan adalah 09.00-13.00. Sekarang sudah pukul 09.05. Kampret, dia memang sering bikin hal sejak…
Cerpen : Tiga Laki-Laki Lumpuh oleh Kiki Sulistyo
Apa yang diceritakan Rampek kepada Astabib Saleh memang betul. Namun, tidak semuanya. Rumah itu tak menyeramkan. Tak ada hawa dingin ganjil yang katanya bisa menyusup sampai ke tulang tengkuk dan membuatmu membeku….
Cerpen : Lelaki Aneh di Perpustakaan oleh Rosyid H Dimas
Di sinilah aku, di dalam sebuah ruangan di lantai 2 perpustakaan kota yang pengunjungnya tidak lebih dari 30 orang perhari. Ini masih menjadi misteri besar, mengapa perpustakaan selalu sepi dan tidak lebih…
Cerpen : Riwayat Tanah Poyang oleh Muhammad Syukry
Sewaktu kecil, aku sering diajak Datuk pergi memancing di sebuah sungai kecil tak jauh dari kampung kami, bernama Sungai Jering. Dari sanalah aku tahu bahwa saat sedang memancing, Datuk tak suka ada…
Cerpen : Hantaran Gulai Ayam oleh Puspa Seruni
Aku memandangi mangkuk melamin putih berukuran jumbo yang berisi potongan ayam disertai kuah santan kental berwarna kuning kemerahan dengan taburan bawang goreng di atasnya. Asap tipis yang menguar membawa aromanya menggelitik penciuman…
Cerpen : Suara-Suara yang Mestinya Tak Kaudengar oleh Farizal Sikumbang
Seratus tujuh puluh dua tahun setelah Hulubalang Ampon Raja Lamkuta dan pasukannya membangun rumah panggung besar itu sebagai markas pengatur siasat melawan kolonial Belanda pada tahun 1818 di Pidie, segerombolan pasukan berbaju…
Cerpen : Dari Tungku Perapian, Ibu dan Aku Melipat Kenangan oleh Farizal Sikumbang
Ibu duduk menjongkok di depan tungku perapian yang di susun dari batu bata usang, sedikit berlumut hijau dan kehitaman. Ibu sedang memasak nasi di atas tungku itu dengan menggunakan kayu dan daun…
Cerpen : Kisah Sinta oleh Yulizar Lubay
Tanpa memberi tahu Darma, Sinta menghilang begitu saja. Dia pindah rumah ke kota yang dirahasiakannya. Darma tak bisa menghubungi Sinta. Perempuan itu telah mengganti nomor teleponnya. Lima bulan sebelumnya, Darma dan Sinta…
Cerpen : Kunang-kunang Mang Isa oleh Mingke Mala-Mala
Sudah lebih satu jam aku dan Margi duduk di rumpun melati ini. Rombongan nyamuk berdenging di dekat telinga kami. Krim pengusir nyamuk yang kami oleskan di kulit rupanya tak becus mengusir mereka…
Cerpen : Gentayangan oleh Guntur Alam
Suci meninggal tujuh hari lalu. Sejak hari itu, setiap malam, orang-orang kampung kami ketakutan lantaran banyak yang melihat arwahnya gentayangan. Tak hanya meneror dengan wujud pocong berwajah pucat, arwah Suci kerap juga…