Rumah kayu berhalaman luas ini demikian riuh. Dedaunan kering tersapu angin bergulung di tanah, menghadirkan bau legit setelah gerimis sempat menerpa. Inilah saat putri bungsuku, Wardhani, akan berpamitan untuk pergi ke rumah…
Cerpen : Kiriman Laut yang Terlambat oleh Beni Setia
Bila malam menjejak, memanjang sampai mau beranjak di penghujung lain, seiring dengan pasang naik, dari zona pesisir sebelum jalan membelok ke pedalaman, dari salah satu rumah yang dialingi pohon-pohon bakau dari tangan…
Cerpen : Ropponggi oleh Ain Siynora
Stasiun Nagoya terlihat sangat sibuk, bahkan di siang hari. Aku melangkah gontai menuju bangunan depannya yang berwarna pualam dengan relief lengkung sebagai pintu masuk utamanya. Aku seperti mengenal tempat ini dengan lebih…
Cerpen : Dubuque oleh Sori Siregar
Di Bandara Cedar Rapids ia tenggelam dalam kebingungan. Ke mana? Jadi bekerja sebagai asisten manajer makanan siap saji restoran Roy Rogers di Des Moines atau membantu radio pendidikan di Dubuque? Mengapa tidak…
Cerpen : Kembang Dewaretna oleh Yanusa Nugroho
”Mas, ayo, sudah setengah delapan, lho…,” suara itu terdengar lembut meskipun ada nada khawatir ketika mengucapkan ajakan itu. Laki-laki yang masih mencangkung dengan sebatang kereteknya itu menoleh sesaat. Sepasang matanya menatap perempuan…
Cerpen : Rumah untuk Kemenakan oleh Iyut Fitra
Di bingkai jendela rumah gadang, Kalan menatap jauh ke halaman. Gelap yang terpampang. Sebuah panorama kelam dari malam yang menerjang. Segelap hatinya yang berselimut gundah. Getir. Ngilu. Dan serasa ada sayat yang…
Cerpen : Iblis Paris oleh Triyanto Triwikromo
Ya, jika pada malam yang liar dan panas, kekasihmu tiba-tiba menusukkan moncong pistol ke lambungmu, sebaiknya dengarlah kisah brengsekku ini Segalanya begitu cepat berubah setelah Khun Sa meninggal. Aku, boneka kencana Raja…
Cerpen : Bertungkus Lumus oleh Martin Aleida
Dia menguakkan daun jendela keluar dan mempersilakan angin pagi menyongsong masuk dengan leluasa. Hati-hati disingkapkannya kain putih yang menutupi laptop di atas meja kecil, yang berdiri begitu rapat seperti hendak mencium bibir…
Cerpen : Tanah Merah oleh Dwicipta
Ketika ia bersandar pada pagar kapal yang akan membawanya pergi dari Tanah Merah, seluruh peristiwa yang telah dialaminya hampir setahun sebelumnya bagai berputar kembali di pelupuk matanya. Hidupnya sendiri adalah rangkaian petualangan…
Cerpen : Uang Jemputan oleh Farizal Sikumbang
Aku seperti seonggok batu yang bisu di malam hari. Diam dan kaku. Tubuhku disepuh cahaya bulan. Aku duduk di gubuk sawah milik abak yang tak berdinding dan beratap daun rumbia. Udara dingin…